Sudah hampir enam bulan kita melakukan uji pakai (B50) untuk di beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, truk, dan sekarang masih bergulir terus (pengujiannya). Tapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50. Inilah kenapa pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif,”
kata Bahlil dalam keterangan resmi.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, mengatakan bahwa uji coba pelaksanaan B50 sudah dilakukan sejak Desember 2025 lalu, dan sektor kereta api dimulai paling akhir.
Jadi sejak 9 Desember (2025) kita sudah mulai seluruh rangkaian dari uji pelaksanaan di otomotif, di pertambangan, di alat pertanian, uji di perkapalan, uji di genset dan terakhir ini uji di perkeretapian, karena kita harus menunggu lebaran selesai,”
jelasnya usai melakukan uji coba pengisian B50 untuk mesin diesel kereta api, di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.
Eniya menuturkan, uji coba B50 untuk kereta akan dilakukan dua pengujian. Yang pertama di Stasiun Lempuyangan untuk uji genset kereta yang akan berangkat ke Jakarta dan kembali ke Yogyakarta selama 2.400 jam. Sedangkan pengujian lainnya adalah untuk lokomotif di Surabaya yang akan dilakukan selama enam bulan.
Untuk hasil pengujian B50 pada kereta api, Eniya berharap hasilnya akan baik seperti uji coba B50 di sektor otomotif, dan akan menunggu laporan detail dari PT KAI bagaimana kondisi filter dan kapan harus melakukan penggantian filter.
Jadi perkeretaapian, (engine) kereta kan pelan ya, kategorinya kan low speed engine, kalau otomotif ini speed engine-nya paling tinggi. Nah itu bisa dipastikan pasti akan jalan untuk kereta. Nah nanti kita lihat di perkeretaapian ini filternya seperti apa,”
imbuhnya.