Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part II) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan
Nasional

(Part II) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 10, 2026 12:16 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
SHARE

CNG Strategi Energi yang ‘Apik’?

Di sisi lain, pemerintah dan pelaku industri gas menilai penggunaan CNG justru merupakan bagian dari strategi besar diversifikasi energi nasional di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Daftar isi Konten
  • CNG Strategi Energi yang ‘Apik’?
  • Tak Sesederhana LPG

PT Gagas Energi Indonesia menyebut CNG dan LNG menjadi salah satu wujud pemanfaatan gas bumi domestik untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Direktur Operasi dan Komersial PT Gagas Energi Indonesia, Maisalina, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan arah kebijakan energi nasional yang menempatkan gas bumi sebagai energi transisi menuju target net zero emission 2060.

Oleh karenanya, pengembangan CNG dinilai perlu untuk menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas akses energi, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

Compressed Natural Gas (CNG) adalah salah satu wujud nyata diversifikasi energi transisi untuk mencapai kedaulatan energi, efisiensi fiskal dan ekonomi, serta membangun ekosistem baru,”

kata Maisalina.

Ia mengatakan, pengembangan CNG perlu dilakukan secara terintegrasi agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung bauran energi bersih nasional. 

Meski demikian, Maisalina mengedepankan agar pemanfaatan CNG lebih tepat difokuskan untuk sektor-sektor yang paling siap, seperti transportasi publik, logistik, hingga sektor komersial dan industri di luar jangkauan pipa gas. Bukan sebagai kebutuhan rumah tangga.

Pendekatan yang bijak adalah memastikan bahwa pengembangan CNG dilakukan secara terarah dan terintegrasi. Fokus dapat diarahkan pada sektor-sektor yang paling siap dan memberikan dampak signifikan,”

jelasnya.
(Part I) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan

Tak Sesederhana LPG

Dalam kesempatan berbeda, Institute for Essential Services Reform (IESR) juga turut menyoroti rencana pemerintah mengganti LPG dengan CNG. 

Melalui akun resmi X, lembaga tersebut menilai gagasan penggunaan CNG untuk rumah tangga masih menyimpan banyak tantangan teknis dan keselamatan yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum diterapkan secara luas.

Dalam pernyataannya, IESR menilai penggunaan tabung CNG untuk rumah tangga jauh lebih kompleks dibanding LPG konvensional.

Sebab, sistem CNG membutuhkan tabung bertekanan tinggi dengan standar keamanan khusus, regulator bertingkat, sistem perlindungan tekanan, hingga pengawasan berkala terhadap kondisi tabung dan distribusinya.

Untuk tabung CNG berukuran rumah tangga 3 kg, persyaratan sistemnya akan jauh lebih kompleks daripada LPG konvensional,”

tulis IESR.

IESR menjelaskan, penggunaan CNG memerlukan tabung bersertifikat tekanan tinggi, sistem perlindungan pelepasan tekanan dan ledakan, regulator khusus, hingga mekanisme pelacakan distribusi melalui QR code atau barcode. 

Selain itu, kompor rumah tangga juga harus disesuaikan karena nosel pembakaran gas alam berbeda dengan LPG.

Menurut IESR, kebutuhan infrastruktur tersebut berpotensi menimbulkan biaya investasi yang sangat besar senilai miliaran dolar hanya untuk menyediakan tabung aman, sistem logistik, serta kompor yang kompatibel untuk masyarakat.

Solusinya menjadi terlalu rumit, terlalu berisiko, dan terlalu mahal untuk memasak rumah tangga,”

tulis IESR.

Karena itu, IESR mendorong pemerintah untuk lebih fokus memperluas jaringan gas kota (jargas) dan mempercepat transisi menuju kompor listrik. 

Menurut lembaga tersebut, kedua opsi itu dinilai lebih mudah diterapkan, lebih aman bagi rumah tangga, serta lebih efektif dalam mengurangi ketergantungan impor LPG dalam jangka panjang.

Tag:Bahlil LahadaliaCNGcompressed natural gasgas 3 kgenergigasHeadlineLPGMenteri Energi dan Sumber Daya MineralSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
1
Ternyata Begini Cara Buang Pembalut Bekas yang Benar, Jangan Langsung Masuk Tempat Sampah!
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi pembalut.
2
Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun Budaya Impunitas
By Natania Longdong
Sejumlah siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh
3
Keyakinan Konsumen RI Merosot pada Juli 2026, Penghasilan dan Lapangan Kerja Disorot
By Anisa Aulia
Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka pada bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Sumber: Antara Foto/Angga Palguna/YU)
4
40.759 Orang Keracunan MBG, Audit Nasional Mendesak: Keselamatan Anak Bukan Bahan Uji Coba!
By Natania Longdong
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah titik api baru kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terlihat dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur
Nasional

Karhutla Mengganas di Kalimantan hingga Bromo, Ini Kata Istana

Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Daerah Kelimpungan Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Gelontorkan Rp18,9 Triliun

Pemerintah menggelontorkan tambahan dukungan fiskal hampir Rp19 triliun ke pemerintah daerah untuk…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur Saat Pembukaan Diskusi Plenary Konferensi Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim.
Nasional

YLBHI Sentil Pemerintah: Pembangunan Dikepung Aparat, Kritik Dibalas Kriminalisasi

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menyoroti penggunaan…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur Saat Pembukaan Diskusi Plenary Konferensi Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim.
Nasional

YLBHI Sentil Jargon ‘Percepatan’ Prabowo: Untuk Siapa?

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur, mempertanyakan dampak…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up