Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Harga Avtur Naik, Tiket Pesawat Berpotensi Naik

PHRI mewaspadai potensi kenaikan harga avtur industri penerbangan nasional di tengah gejolak geopolitik global, kenaikan harga avtur.

Petugas mengisi avtur ke pesawat Boeing 777-31H(ER) dengan nomor penerbangan SV5103 milik maskapai penerbangan Saudia di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang
Petugas mengisi avtur ke pesawat Boeing 777-31H(ER) dengan nomor penerbangan SV5103 milik maskapai penerbangan Saudia di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU)

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mewaspadai potensi kenaikan harga avtur terhadap industri penerbangan nasional di tengah gejolak geopolitik global.

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran mengatakan kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) berpotensi meningkatkan biaya perjalanan udara di Indonesia.

Menurutnya, dampak tersebut diperkirakan mulai terasa pada kuartal II 2026.

Iklan

Avtur itu berdampak ke peningkatan harga tiket pesawat. Di kuartal satu kita belum merasakan itu, di kuartal dua kita akan menghadapi hal-hal seperti itu,”

ungkap Yusran.

Ia menilai kondisi tersebut sejalan dengan yang terjadi di sejumlah negara lain, termasuk Eropa yang mulai mengalami gangguan operasional penerbangan akibat tekanan biaya.

Indikasi Pembatalan Penerbangan

Meski demikian, PHRI belum melihat adanya indikasi pembatalan penerbangan besar-besaran di Indonesia seperti yang terjadi di luar negeri.

Menurut Maulana, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan biaya perjalanan domestik tetap terjangkau.

Ia menegaskan transportasi udara memiliki peran penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat bergantung pada penerbangan untuk mobilitas masyarakat.

Kalau avtur naik tentu berpengaruh kepada transportasi udara, sementara pesawat terbang itu andalan pergerakan masyarakat di Indonesia,”

tuturnya.

PHRI juga mendorong pemerintah memperkuat promosi wisata ke negara-negara Asia yang akses penerbangannya tidak terdampak konflik Timur Tengah guna menjaga jumlah wisatawan mancanegara tetap meningkat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.