Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menginvestigasi dugaan kesalahan operator sinyal penyebab kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
“Kami serahkan kepada KNKT untuk hasil dan investigasi,”
kata Dudy di PTIK Polri, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Kecelakaan maut tersebut juga menyebabkan 16 penumpang KRL meregang nyawa. Polri juga ikut diterjunkan untuk menyelidiki dugaan tindak pidananya.
“Kami juga serahkan kepada kepolisian untuk penyelidikannya,”
ucap Dudy.
Sinyal jadi Problem?
Dudy enggan membeberkan analisis dugaan adanya kesalahan sinyal sebelum terjadinya kecelakaan lantaran masih ada beberapa hal yang masih diselidiki KNKT.






