Kasus dugaan peledakan bom rakitan oleh seorang pelajar di MAN 3 Padang yang diduga dipicu perundungan menjadi sorotan terhadap sistem perlindungan anak di sekolah.
Koordinator Advokasi Seknas Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ari Hardi menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perundungan atau bullying bukan persoalan individu, melainkan kegagalan sistem pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.
“Kasus bullying yang terus berulang menunjukkan persoalan bukan lagi sekadar perilaku individu, melainkan kegagalan sistem pendidikan dalam menjamin sekolah sebagai ruang yang aman bagi anak. Ketika kekerasan dianggap sebagai ‘kenakalan biasa’ dan laporan korban diabaikan, sistem gagal menjalankan fungsi dasarnya,”
kata Ari pada Owrite, Senin, 20 Juli 2026.
Akademik yang Sia-sia
Ia menilai orientasi pendidikan selama ini masih terlalu berpusat pada nilai ujian, prestasi, dan capaian akademik. Sementara, indikator rasa aman, kesehatan mental peserta didik, dan budaya anti-kekerasan belum menjadi ukuran utama dalam menilai mutu pendidikan.






