Pengamat sosial politik Islah Bahrawai mengatakan, munculnya sejumlah kasus penarikan pajak terhadap usaha kecil, termasuk pedagang lontong sayur di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sinyal buruk tata kelola pemerintahan dan berpotensi memperburuk kepercayaan publik.
Warung lontong sayur diancam bongkar oleh Satpol PP di Pati jika tak bayar pajak Rp830 ribu. Warung bakso dan pecel di Binjai ditagih pajak Rp3 juta per bulan. Dua mobil warga disandera di Ciamis karena tak bayar pajak,”
tulis Islah dikutip dari akun threads pribadinya, Kamis, 23 Juli 2026.
Kasus yang menjadi perhatian publik bermula dari viralnya video seorang pedagang lontong sayur di Kabupaten Pati, yang disebut ditagih pajak sebesar Rp840 ribu.
Belakangan diketahui pedagang tersebut bernama Maryati, warga Desa Kebolampang, Kecamatan Winong, yang berjualan di lahan bantaran sungai milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pati.







