Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto menegaskan negara wajib melindungi rakyat tanpa diskriminasi, termasuk kelompok LGBTQ. Hal itu merespons persekusi terhadap kelompok dengan ragam identitas gender di berbagai daerah.
“Kami adalah kementerian yang ditugaskan oleh konstitusi dan Presiden RI untuk memberikan perlindungan HAM kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali,”
ucap Mugiyanto saat menerima aspirasi massa Aliansi Perempuan Indonesia (API) di depan Kantor Kementerian HAM, dikutip pada Jumat, 24 Juli 2026.
Ia menegaskan prinsip non-diskriminasi merupakan fondasi HAM yang wajib dijalankan negara. Maka, perlindungan negara berlaku bagi seluruh warga tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun identitas gender.
“Pemerintah bertanggung jawab untuk melakukan P5HAM, yaitu Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM,”
ujar Mugiyanto.
Identitas jadi Problem?
Mugiyanto juga mengecam maraknya aksi persekusi dan kekerasan terhadap kelompok dengan identitas gender berbeda. Eks Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden itu berujar siapa pun tidak boleh menjadi sasaran intimidasi maupun kekerasan hanya karena identitasnya.






