Korupsi anggaran pakan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) memicu sorotan terhadap tata kelola kebun binatang di Indonesia. Selain mempertanyakan pengawasan penggunaan anggaran, kasus tersebut juga membuka perdebatan mengenai kesejahteraan satwa dan dampak intensitas kunjungan.
“Sebenarnya kunjungan ke kebun binatang enggak harus setiap hari, ada hari-hari tertentu. Dulu di Jakarta ada wacana kunjungan sampai 24 jam, bahkan pernah dibuka sampai malam. Binatang malah stres, karena enggak semua binatang itu aktif di malam hari, jadi mereka tidak bisa istirahat,”
kata pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah kepada Owrite, Selasa, 28 Juli 2026.
Keberadaan kebun binatang masih diperlukan sebagai sarana edukasi, konservasi, dan penelitian. Namun, pengelola harus memastikan kesejahteraan satwa menjadi prioritas, seperti mengatur jam operasional dan memberikan waktu istirahat yang cukup.
Satwa Libur
Menurutnya, interaksi hewan dan pengunjung yang tinggi dalam waktu yang panjang berpotensi membuat satwa stres. Maka pengelola bisa membuat ada satu hari libur dalam sepekan agar hewan juga rehat.






