Menteri Dalam Negeri, Desa, dan Pembangunan Kabinet Bayangan Armand Suparman mengkritik pengalokasian dana desa untuk Koperasi Desa Merah Putih.
Kebijakan tersebut dianggap menyimpang dari semangat Undang-Undang Desa yang menempatkan dana desa untuk membiayai kebutuhan serta aspirasi masyarakat.
“Pemangkasan dana desa untuk membiayai cicilan Koperasi Desa Merah Putih itu sebetulnya tidak sejalan dengan Undang-Undang Desa,”
kata Armand dalam paparannya, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.
Kekang Pusat
Dana desa semestinya digunakan untuk memperkuat prinsip rekognisi dan subsidiaritas, sehingga pemerintah desa memiliki keleluasaan menentukan prioritas pembangunan dan dapat mewujudkan aspirasi masyarakat setempat.






