Meskipun perputaran dana judi online (judol) turun 20 persen pada 2025—penurunan pertama sejak 2017—Komisi I DPR meminta pemerintah mewaspadai perubahan modus operandi pelaku.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, penurunan itu menunjukkan kemajuan dalam pemberantasan judol, terutama melalui langkah yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Tren penurunan dana perputaran judol tentu sebuah langkah baik yang ditunjukkan pemerintah, walaupun persoalan judol belum selesai sehingga harus ada perbaikan. Apresiasi untuk Komdigi yang berada di garis depan atas penurunan omzet judol,”
kata Sukamta, Rabu, 29 Juli 2026 di Jakarta.
Berlanjut
Berdasar data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), nilai perputaran dana judol pada 2025 mencapai Rp286,84 triliun, turun dari Rp359,81 triliun pada 2024.






