Sebanyak 214.381 jiwa di 207 desa di Jawa Barat terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih di tengah ancaman El Niño 2026. Kondisi tersebut mendorong Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah memperkuat mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan dampak kekeringan dan panas ekstrem tidak berhenti pada persoalan ketersediaan air. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu pemenuhan hak masyarakat atas kesehatan dan mata pencaharian.
Dampak panas ekstrem di Jawa Barat tidak hanya memutus hak masyarakat atas air, namun juga bisa berdampak pada hak atas kesehatan dan mata pencaharian mereka,”
kata Usman dalam keterangannya seperti dikutip Senin, 3 Agustus 2026.
Perhatian ke Kelompok Rentan

Menurut Usman, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak cuaca ekstrem. Kelompok prasejahtera dan pekerja informal dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang lebih terbatas karena keterbatasan pendapatan serta akses terhadap tempat beristirahat dan berteduh.







