Kebakaran Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura kembali menambah daftar kecelakaan transportasi laut yang terjadi dalam waktu berdekatan. Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi menilai rentetan insiden tersebut menjadi penanda bahwa sistem keselamatan pelayaran nasional masih menyisakan banyak persoalan.
Menurut Abdul Hadi, pemerintah tidak boleh lagi memandang kecelakaan kapal sebagai musibah semata. Sebab, kejadian kebakaran kapal laut terus berulang, sehingga menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran.
Kita baru saja berduka atas tenggelamnya KM Nurul Salsa pada pertengahan Juli lalu. Kini masyarakat kembali dikejutkan dengan kebakaran KM Mutiara Sentosa II. Ketika kecelakaan kapal terus berulang dalam waktu yang berdekatan, ini bukan lagi sekadar musibah, tetapi menjadi alarm bahwa sistem keselamatan pelayaran kita membutuhkan perhatian yang jauh lebih serius,”
kata Abdul Hadi di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Investigasi Menyeluruh


Di tengah proses evakuasi, Abdul Hadi berharap seluruh penumpang dan awak kapal dapat diselamatkan. Ia juga meminta penyebab kebakaran diusut secara menyeluruh agar tidak kembali terulang.
Saya turut prihatin atas musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa II. Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Pada saat yang sama, penyebab kebakaran harus diusut secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang,”
ujarnya.
Politikus PKS itu juga mengapresiasi langkah cepat Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI AL, dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
Namun, ia mengingatkan pembenahan tidak cukup hanya dilakukan setelah kecelakaan terjadi. Menurutnya, pengawasan terhadap kapal penumpang harus diperketat dan pemeriksaan keselamatan tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi.
Jangan sampai pemeriksaan keselamatan hanya menjadi formalitas dan rutinitas administratif. Setiap sertifikat kelaikan, setiap inspeksi, dan setiap prosedur keselamatan harus benar-benar mencerminkan kondisi kapal yang aman untuk mengangkut masyarakat. Nyawa penumpang tidak boleh dipertaruhkan karena kelalaian atau lemahnya pengawasan,”
tegasnya.
Tinjau Standar Pengawasan Pelayaran


Abdul Hadi meminta Kementerian Perhubungan mengevaluasi secara menyeluruh standar pengawasan pelayaran, mulai dari kepatuhan operator terhadap standar keselamatan, efektivitas inspeksi berkala, kesiapan alat pemadam kebakaran, kelengkapan alat keselamatan, hingga mekanisme mitigasi risiko di atas kapal.
Regulator dan pengelola kapal harus memastikan keselamatan benar-benar menjadi budaya kerja, bukan sekadar memenuhi kewajiban di atas kertas. Masyarakat berhak memperoleh jaminan bahwa setiap kapal yang mereka naiki telah memenuhi standar keselamatan tertinggi. Jangan menunggu korban berikutnya baru kita melakukan pembenahan,”
katanya.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi memastikan pihaknya akan terus mendorong penguatan pengawasan dan peningkatan standar keselamatan transportasi laut.
Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem pelayaran yang tidak hanya mampu menghubungkan antarpulau, tetapi juga menjamin keselamatan setiap penumpangnya.
























