Komisi III DPR RI membuka peluang menggeser kewenangan pengelolaan aset hasil perampasan dari aparat penegak hukum (APH) ke lembaga independen. Usulan itu mencuat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai upaya memperkuat transparansi dan menghindari konflik kepentingan.
Anggota Komisi III DPR RI Mercy Barends mengatakan, Komite Perampasan Aset yang diusulkan nantinya tidak hanya mengelola aset, tetapi juga melakukan appraisal, menghitung kerugian negara, hingga menentukan aset yang layak dirampas.
Kami harapkan dengan komite ini prosesnya bisa dilakukan secara independen,”
kata Mercy usai RDPU di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Lebih Independen

Menurut Mercy, selama ini aset hasil perampasan masih dikelola aparat penegak hukum hingga adanya putusan berkekuatan hukum tetap.






