Sosiolog Jannus TH Siahaan berpendapat penetrasi kultur hierarki dan komando ke ruang pendidikan kepemimpinan sipil berpotensi menggeser nilai-nilai deliberatif yang menjadi fondasi penting dalam masyarakat demokratis.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi karakter pemimpin yang dibentuk melalui institusi pendidikan dengan latar belakang kultur militer yang kuat. Misalnya dalam konteks Universitas Republik Indonesia (URI).
“Ketika kultur hierarki dan komando masuk ke ruang pendidikan kepemimpinan sipil, memang ada potensi pergeseran nilai yang cukup serius. Ruang deliberatif yang sehat, mengandalkan dialog, kritik, dan perbedaan pandangan, bisa menyempit jika digantikan oleh pola relasi vertikal yang kaku,”
kata Jannus kepada Owrite.id, Selasa, 4 Agustus 2026.
Kultur Mendarah Daging
Dampak tersebut tidak berhenti pada proses pendidikan di dalam institusi. Kultur yang terbentuk selama pendidikan dapat terbawa ketika seseorang memasuki ruang kepemimpinan dan menjalankan kewenangan di tengah masyarakat.






