Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menunda keberangkatan 8.287 warga negara Indonesia yang terindikasi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) periode Januari-Juli 2026.
Pencegahan dilakukan melalui pengawasan sejak proses penerbitan paspor hingga pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Pernyataan ini disampaikan Hendarsam bertepatan dengan peringatan Hari Anti-TPPO yang diperingati setiap 30 Juli.
“Direktorat Jenderal Imigrasi mencegah secara berlapis, mulai dari proses penerbitan paspor hingga pemeriksaan keberangkatan di TPI, yang dilaksanakan berdasarkan Undang-undang Keimigrasian,”
kata Ditjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Hendarsam Marantoko dalam keterangannya, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.
Jumlah penundaan keberangkatan tersebut turun sekitar 12,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 9.456 kasus. Sementara itu, pada Januari-Juli 2025, Ditjen Imigrasi juga menolak 9.394 permohonan paspor yang terindikasi berkaitan dengan perdagangan orang.






