Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Pasien BPJS Meninggal usai Tunggu 8 Jam, DPR Desak Kemenkes Usut Rumah Sakit
Nasional

Pasien BPJS Meninggal usai Tunggu 8 Jam, DPR Desak Kemenkes Usut Rumah Sakit

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: Agustus 5, 2026 9:19 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 minggu lalu
Share
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini (Foto: dpr.go.id)
SHARE

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengusut dugaan buruknya pelayanan rumah sakit setelah viral seorang pasien yang sempat mengeluhkan harus menunggu delapan jam untuk mendapat kamar rawat inap. Pasien tersebut pun akhirnya meninggal dunia. 

Daftar isi Konten
  • Desak Investigasi Dugaan Pelayanan RS Buruk
  • Investigasi Secara Terbuka

Yahya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien tersebut. Ia menegaskan setiap pasien, tanpa memandang status pembiayaan, berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Saya menyatakan ikut berduka cita atas meninggalnya pasien tersebut,”

kata Yahya, di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca juga:
Kemenkes Kejar Pemulihan RS Terdampak Gempa NTT dalam Sepekan, Antisipasi… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) yang…
Kasus Guru Honorer Jadi Terdakwa, JPPI Sentil Tata Kelola Sekolah:… Pengamat pendidikan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ari Hadianto, menilai kasus…
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen:… Doa Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI…
  • Kemenkes Kejar Pemulihan RS Terdampak Gempa NTT dalam Sepekan, Antisipasi Lonjakan Pasien
  • Kasus Guru Honorer Jadi Terdakwa, JPPI Sentil Tata Kelola Sekolah: Jangan Tunggu…
  • Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada…

Desak Investigasi Dugaan Pelayanan RS Buruk

Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta
Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym)

Menurutnya, tenaga kesehatan dan tenaga medis wajib memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan. Ia menilai lamanya pasien menunggu hingga delapan jam menunjukkan pelayanan rumah sakit tersebut patut dipertanyakan.

Lamanya pasien menunggu perawatan menunjukkan buruknya pelayanan rumah sakit tersebut terhadap pasien yang memerlukan pelayanan secara cepat,”

ujarnya.

Ia juga meminta Kemenkes memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan yang diduga melontarkan komentar tidak berempati kepada pasien di media sosial. 

Menurutnya, profesi tenaga kesehatan merupakan profesi terhormat yang harus menjunjung tinggi etika dan rasa hormat kepada pasien.

Selain itu, ia mengaku masih sering menerima laporan masyarakat mengenai dugaan pasien BPJS yang diperlakukan berbeda dibanding pasien umum.

Masih sering dijumpai di lapangan pasien BPJS Kesehatan selalu dinomorduakan oleh pihak rumah sakit. Saya banyak mendapatkan pengaduan masyarakat soal tersebut,”

katanya.

Investigasi Secara Terbuka

Karena itu, ia mendesak Kemenkes melakukan investigasi secara terbuka terhadap rumah sakit yang diduga tidak memberikan pelayanan sesuai standar hingga mengakibatkan pasien tidak memperoleh penanganan yang semestinya.

Menurutnya, hasil investigasi perlu disampaikan kepada publik agar menjadi evaluasi bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Tak hanya itu, ia juga meminta Kemenkes memperkuat pembinaan terhadap tenaga kesehatan, khususnya terkait etika pelayanan dan empati kepada pasien.

Edukasi terkait etika menjadi sangat penting agar tenaga kesehatan dan tenaga medis tidak menyampaikan perkataan yang menyakiti pasien dan masyarakat pada umumnya,”

tegasnya.
Ilustrasi pasien sakit.
Ilustrasi pasien sakit tengah dirawat di rumah sakit. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).

Belakangan media sosial diramaikan oleh unggahan seorang pasien yang mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit. 

Dalam unggahannya, pasien itu menulis, “8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS.”

Alih-alih mendapat empati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada merendahkan yang diduga berasal dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan. 

Beberapa di antaranya menyebut pasien “bacot”, “ingin diistimewakan”, hingga melontarkan komentar yang mengaitkan dengan ruang jenazah kosong, dengan kondisi pasien.

Kasus itu memicu kecaman publik setelah diketahui pasien yang mengunggah keluhan tersebut telah meninggal dunia. 

Publik mendesak agar dugaan buruknya pelayanan rumah sakit maupun komentar tidak beretika dari oknum tenaga kesehatan diusut dan diberikan sanksi sesuai ketentuan.

Baca juga:
Sindir Kebijakan Nir-Etika: Kabinet Bayangan Minta Menkes Dijabat Ahli Kesehatan Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hindayana mendorong agar kepemimpinan sektor kesehatan, termasuk…
Imbas Pasien BPJS Meninggal: Borok JKN dan Desakan Amandemen UU… Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hindayana mengatakan polemik pelayanan pasien BPJS hingga…
Pasien BPJS Dianaktirikan, Kabinet Bayangan: Sistem Kesehatan Nasional 'Sakit Kronis' Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hindayana menilai persoalan layanan terhadap pasien BPJSKesehatan…
  • Sindir Kebijakan Nir-Etika: Kabinet Bayangan Minta Menkes Dijabat Ahli Kesehatan
  • Imbas Pasien BPJS Meninggal: Borok JKN dan Desakan Amandemen UU Kesehatan
  • Pasien BPJS Dianaktirikan, Kabinet Bayangan: Sistem Kesehatan Nasional 'Sakit Kronis'
Tag:BPJS KesehatanCurhatan Pasien BPJSKemenkesKomisi IX DPRTenaga MedisViralYahya Zaini
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Roberto Carlos Dikabarkan Mualaf Usai Bertemu Tokoh Islam Brasil, Ucap Syahadat 4 Pekan Lalu
By Hadi Febriansyah
Mantan bintang Timnas Brasil dan Real Madrid Roberto Carlos.
1
Mulai Oktober, Bayar Pakai QRIS di Bawah Rp100 Ribu Tak Kena MDR, Ini Aturannya
By Ani Ratnasari
Penumpang memindai kode QR untuk membayar tiket bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah
2
DPR dan Pemerintah Finalisasi Nasib Guru PPPK, Ada Jalan Baru Menuju Status PNS
By Rika Pangesti
Ilustrasi Gedung DPR
3
Praperadilan Eks Jampidsus: Polri Buka Suara atas Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah
By Rahmat Baihaqi
Polri memberikan jawaban atas gugatan praperadilan kubu eks Jampidsus Febrie di PN Jakarta Selatan, 19 Agustus 2026.
4
Praperadilan Febrie Memanas! Polri Singgung Dalil Eks Jampidsus yang Dinilai ‘Salah Kamar’
By Rahmat Baihaqi
Sidang praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
5

BERITA LAINNYA

Tim Gabungan BNN mengamankan 10 awak kapal MV Ocean Porter yang mengangkut diduga narkoba cair jenis methamphetamine seberat kurang lebih 1,6 ton.
Nasional

BNN Gagalkan Kapal Bawa 1,6 Ton Narkotika Cair, Identitas Kapal Ternyata Palsu!

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan perjalanan kapal MV Ocean Porter…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Nasional

Usai Rentetan Kecelakaan Kapal, Kemenhub Siapkan Sanksi Keras hingga Larangan Berlayar

Kementerian Perhubungan RI akhirnya buka suara setelah rentetan kecelakaan kapal terjadi dalam…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
KN Masalembo bawa korban kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa II di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Nasional

Kapal Terus Kecelakaan, DPR Bongkar Fakta Mengejutkan: 12 Insiden Terjadi dalam 2 Tahun

Rentetan kecelakaan kapal dalam beberapa waktu terakhir membuat Komisi V DPR RI…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Suasana rapat kerja Komisi V DPR bersama pemerintah terkait kecelakaan transportasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Nasional

Kecelakaan Transportasi Marak, Biang Masalah Dibongkar: Anggaran Pengawasan Masih Seret

Komisi V DPR RI menilai persoalan keselamatan transportasi tak bisa hanya dibebankan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up