Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) membuka ruang bagi Generasi Z (Gen Z) untuk menyampaikan masukan, saran, hingga kritik terkait berbagai persoalan lingkungan.
Aspirasi tersebut penting untuk mendorong perbaikan kebijakan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan.
“Kami minta Gen Z untuk terus memberikan aspirasi dan kritik, sehingga generasi sebelumnya sadar untuk mulai menjaga lingkungan, saya titipkan program Kelana ini untuk fokus pada permasalahan, solusi yang sudah atau akan lakukan, dan tantangan,”
kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono usai meresmikan program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (Kelana) Episode 3 bertajuk Java Over Trip, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Turun Langsung
Program Kelana mengajak pelajar SMA mengunjungi berbagai wilayah di Pulau Jawa untuk melihat langsung persoalan lingkungan sekaligus mempelajari berbagai upaya penanganan.
Diaz berpendapat pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta terhadap kondisi di lapangan sehingga masukan yang diberikan kepada pemerintah tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berdasarkan pengalaman langsung.
“Jadi kami akan bawa (partisipan Kelana) ke tempat-tempat tertentu agar mereka melihat langsung permasalahan. Karena mereka generasi yang sudah peduli dengan lingkungan hidup, jadi nanti kami memperlihatkan kepada mereka masalah dan solusi,”
ujar dia.
Diaz menilai Gen Z memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan yang lebih tinggi dibanding generasi sebelum mereka. Maka, pemerintah ingin menjadikan kelompok usia tersebut sebagai mitra dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami sangat apresiasi sekali karena Gen Z adalah generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan hidup, bahkan lebih peduli dari generasi-generasi sebelumnya, ada studi yang mengatakan 66 persen Gen Z bersedia untuk membayar lebih untuk produk ramah lingkungan, ini suatu hal yang generasi tua sebenarnya enggak kepikiran,”
ucap Diaz.

























