Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Haramkan ‘Kasta’ Layanan di RS, Epidemiolog Minta Pasien BPJS Tidak Dinomorduakan
Nasional

Haramkan ‘Kasta’ Layanan di RS, Epidemiolog Minta Pasien BPJS Tidak Dinomorduakan

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 7, 2026 4:01 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
56 menit lalu
Share
Ilustrasi pembedaan pasien kepesertaan BPJS Kesehatan dan umum.
Ilustrasi pembedaan pasien kepesertaan BPJS Kesehatan dan umum. (Dibuat oleh AI)
SHARE

Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University Dicky Budiman menegaskan pihak rumah sakit tidak boleh membedakan perlakuan pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum.

Menurut Dicky prioritas pelayanan pasien ditentukan berdasarkan kondisi atau tingkat kegawatan klinis. Status pembiayaan maupun kepesertaan BPJS tidak menjadi dasar untuk mendahulukan atau mengesampingkan pasien.

“Bicara prioritas BPJS versus pasien umum, secara regulasi dan etik memang harus ada ketentuan, tentu mengacu pada ketentuan yang tidak boleh dipisahkan, tidak boleh dibedakan,”

ujar Dicky kepada Owrite, dikutip pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca juga:
Rem Empati Nakes Blong di Medsos: Epidemiolog Sebut Dampak 'Burnout'… Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan…
Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak… Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…
BPJS Bukan Pasien Kelas Dua! DPR Semprot Oknum Dokter yang… Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi mendesak dugaan pelanggaran etik oleh oknum…
  • Rem Empati Nakes Blong di Medsos: Epidemiolog Sebut Dampak 'Burnout' Hingga Kultur…
  • Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika…
  • BPJS Bukan Pasien Kelas Dua! DPR Semprot Oknum Dokter yang Diduga Nirempati

Diskriminasi

Ia menjelaskan prinsip tersebut berkaitan dengan ketentuan pelayanan rumah sakit dan sistem triase. Dalam kondisi pelayanan kesehatan, pasien seharusnya diprioritaskan berdasarkan kebutuhan medis, bukan merujuk pasien menggunakan BPJS atau membayar secara umum.

“Antara pasien BPJS prioritas untuk umum, karena Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit atau sekarang ada (Permenkes) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit, Permenkes tentang triase, mewajibkan prioritas berdasarkan kegawatan klinis bukan status pembiayaan atau kelas kepesertaan,”

jelas Dicky.

Maka Dicky berpendapat diskriminasi pelayanan berdasarkan status BPJS dapat menjadi persoalan serius. Pasien BPJS tidak boleh dinomorduakan hanya karena status kepesertaan.

“Jadi diskriminasi pelayanan berdasar status BPJS itu juga pelanggaran hukum, kalau ada,”

kata Dicky.

Ia juga menyoroti persoalan tingginya okupansi rumah sakit yang kerap dikaitkan dengan tingginya utilisasi layanan BPJS. Persoalan tersebut seharusnya dilihat sebagai masalah kapasitas sistem kesehatan. 

Kemudian, tingginya kebutuhan pelayanan tidak dapat dijadikan alasan untuk memberikan perlakuan berbeda kepada pasien BPJS secara individual.

“Kalau ada masalah okupansi ranjang yang tinggi karena tingginya utilisasi BPJS, itu persoalan kapasitas sistem, bukan pembenaran untuk menomordukan pasien BPJS secara individual,”

ujar Dicky.
Baca juga:
Burnout Bukan Alasan Nakes Tak Empati, Pakar: Standar Etik Tak… Kasus dugaan tindakan tidak berempati terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan…
Sebelum Berobat Pakai BPJS, Ini Hak yang Wajib Kamu Tahu Nggak perlu minder berobat pakai BPJS! Cari tahu hak-hak dasarmu sebagai pasien…
Pasien BPJS Meninggal usai Tunggu 8 Jam, DPR Desak Kemenkes… Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…
  • Burnout Bukan Alasan Nakes Tak Empati, Pakar: Standar Etik Tak Boleh Dilonggarkan
  • Sebelum Berobat Pakai BPJS, Ini Hak yang Wajib Kamu Tahu
  • Pasien BPJS Meninggal usai Tunggu 8 Jam, DPR Desak Kemenkes Usut Rumah…
Tag:BPJS KesehatanKepesertaanpasienrumah sakit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Gianni Infantino Tertekan, FIFA Akui Kesalahan soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Gianni Infantino
3
Rupiah Dibuka Loyo ke Level Rp17.935! Ancaman dari Timur Tengah Mulai Menghantui Pasar
By Anisa Aulia
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
4
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
5

BERITA LAINNYA

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang berjalan keluar usai pemeriksaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang tidak beroperasi di Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). (Sumber: Antara Foto/Makna Zaezar/agr)
Nasional

Ngeri! Siswa yang Keracunan MBG Se-Indonesia Sejak 2025 Capai 40.759 Jiwa

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat sebanyak 40.759 siswa menjadi korban keracunan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
22 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Nasional

Demi SDM Unggul, Prabowo Bakal Jorjoran Investasi Riset dan Sekolah Standar Internasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan meningkatkan investasi sektor pendidikan dan riset…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
40 menit lalu
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq
Nasional

DPR Beri Peringatan Keras soal Kasus Bigmo: Hak Anak Bukan Komoditas yang Bisa Diperdagangkan

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq meminta pemerintah tak menganggap remeh…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
40 menit lalu
Perundungan digital di tengah tenaga medis.
Nasional

Rem Empati Nakes Blong di Medsos: Epidemiolog Sebut Dampak ‘Burnout’ Hingga Kultur Senioritas

Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
58 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up