Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa kecerdasan seseorang tidak ditentukan oleh latar belakang pendidikan formal. Menurutnya, pengalaman hidup, didikan orang tua, dan kemampuan menghadapi kesulitan justru menjadi faktor penting dalam membentuk kecerdasan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia, di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Kecerdasan itu bukan dari sekolah, menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah, dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini kita buktikan lagi,”
kata Prabowo.
Pendidikan Bukan Jaminan


Pernyataan itu mencuat saat Prabowo menilai rekam jejak Bahlil, yang menjadi salah satu contoh bahwa nama besar institusi pendidikan bukan jaminan seseorang memiliki kecerdasan.
Saya kira sekolahnya tidak terlalu terkenal. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah tidak ada. Itu sudah kita buktikan di mana-mana, tidak menjamin sekolahnya di mana,”
ujarnya.
Menurut Prabowo, kecerdasan juga dibentuk oleh didikan keluarga, terutama pengorbanan seorang ibu, serta proses menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Kecerdasan itu, menurut saya juga, karena ditempa oleh kesulitan. Jadi kesulitan, nah ini sekarang yang kita harus prihatin, apakah generasi-generasi penerus kita nanti kuat menghadapi persaingan yang semakin keras atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan,”
ucapnya.

























