Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan respons tenaga kesehatan (nakes) yang menghujat pasein di media sosial berpotensi melanggar kode etik kedokteran dan kode etik keperawatan.
“Ada pelanggaran kode etik yang mewajibkan sikap empati dan menjaga martabat profesi termasuk di ruang digital,”
ujar Dicky kepada Owrite.id, dikutip pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Dia menambahkan pada prinsipnya keluhan pasien di media sosial merupakan bentuk suara pasien atas ketidakpuasan pelayanan, jadi bukan ancaman terhadap nakes yang perlu dilawan.
“Kalau mau diklarifikasi harus lewat kanal resmi rumah sakit, misalnya humas. Tidak boleh ada serangan personal kepada akun pasien,”
tambah dia.
Mengapa “Melawan”?
Tindakan yang dilakukan para nakes ini merupakan sikap defensif. Masalah yang dihadapi mereka adalah burnout dan beban kerja yang tinggi, khususnya jam kerja panjang.






