Kasus dugaan curhat pasien BPJS Kesehatan yang menunggu selama 8 jam untuk mendapatkan ruangan dan dicibir oleh sejumlah tenaga kesehatan (nakes) mendapat perhatian dari banyak pihak.
Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute (TII) Felia Primaresti menilai kasus ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan rumah sakit, penambahan alat kesehatan, maupun perluasan cakupan jaminan kesehatan.
“Pemerintah harus memastikan ketersediaan sistem rujukan yang lebih efektif, distribusi tenaga kesehatan yang memadai, mekanisme penanganan keluhan yang transparan, serta penguatan budaya pelayanan yang berorientasi pada pasien,”
ujar Felia, dikutip pada Senin, 10 Agustus 2026.
Jangan Sekedar Evaluasi
Ia menambahkan perlu evaluasi terhadap kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit terutama rumah sakit rujukan BPJS Kesehatan.
“Dengan tingkat kunjungan tinggi juga menjadi langkah penting agar kondisi overcapacity tidak terus berulang dan membahayakan keselamatan pasien,”
ucap Felia.
Ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya terletak pada seberapa modern fasilitas yang dimiliki, tetapi pada kemampuan negara memastikan setiap warga diperlakukan secara manusiawi ketika mereka berada dalam kondisi paling membutuhkan pertolongan.
“Penting untuk diingat bahwa good governance bukan hanya menghadirkan pelayanan, melainkan memastikan pelayanan tersebut berjalan secara adil, akuntabel, responsif, dan menghormati martabat setiap warga negara,”
kata dia.
Curhat
Media sosial dihebohkan dengan curhat seorang pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan menunggu 8 jam untuk mendapatkan kamar. Unggahan tersebut viral dan mendapat beragam reaksi dari warganet.
Alih-alih mendapat simpati, beberapa warganet yang diduga merupakan nakes justru berkomentar merendahkan. Tak lama berselang, seorang warganet yang diduga kerabat pasien, memberi kabar bahwa pasien tersebut telah meninggal dunia.
Imbas peristiwa itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memeriksa nakes yang berkomentar buruk.

























