Sekretariat Jenderal DPD RI memastikan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI 2026 akan digelar dengan konsep yang lebih sederhana.
Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI Mahyu Darma mengatakan konsep dekorasi tahun ini disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Meski sederhana, ia memastikan unsur kenegaraan tetap menjadi prioritas.
Evaluasi ini dilakukan agar suasana acara kenegaraan tidak kembali memicu sorotan publik seperti tahun sebelumnya.
“Dekorasi memang kami (sesuaikan), karena kondisi Indonesia ini juga tidak seperti dulu. Kami menginginkan dekorasi ini tetap bagus tapi sederhana,”
kata Mahyu kepada wartawan, Kamis, 13 Agustus 2026.
Penyederhanaan dekorasi bukan berarti mengurangi kualitas acara. Sebaliknya, pihaknya ingin Sidang Tahunan tetap menjadi salah satu agenda kenegaraan yang berlangsung dengan baik.
“Kami berharap menjadikan acara kenegaraan ini yang terbaik,”
ucap dia.
Pasti Ada Perubahan?
Mahyu juga memastikan pihaknya mengevaluasi pelaksanaan tahun lalu. Evaluasi itu dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan kembali hal-hal yang dinilai kurang tepat dan berujung pada kritik publik.
“Insya Allah kami juga terus dan selalu koreksi. Mudah-mudahan hasil yang terbaik kepada masyarakat,”
kata dia.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemilihan lagu yang diputar dalam rangkaian acara. Mahyu mengatakan lagu nasional dan daerah tetap akan digunakan sebagai bagian dari upaya mencerminkan keberagaman Indonesia.
“Lagu nasional dan (lagu) daerah juga ada. Karena perpaduan, Indonesia ini beragam,”
ucap dia.
Namun, tidak semua lagu akan dimainkan di dalam rangkaian resmi Sidang Tahunan. Mahyu mengatakan lagu-lagu tersebut akan disetel di luar acara resmi. Misalnya ketka para peserta, tamu, dan undangan memasuki lokasi maupun saat meninggalkan acara, termasuk ketika Presiden selesai menghadiri agenda.
Penempatan lagu di luar acara resmi itu, kata dia, merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan penyelenggara. Tujuannya agar suasana Sidang Tahunan tetap khidmat dan tidak bergeser menjadi hiburan.
“Ini evaluasi kami, sehingga pelaksanaan acara tersebut khidmat,”
ujar dia.
Joget
Perihal kemungkinan ada momen yang membuat tamu undangan berjoget seperti yang sempat menjadi sorotan pada pelaksanaan sebelumnya. Ia memastikan hal tersebut menjadi bahan evaluasi.
Mahyu mengakui pilihan lagu memang dapat memengaruhi suasana. Namun, ia menegaskan penyelenggara juga bertanggung jawab untuk memastikan keseluruhan rangkaian acara tetap sesuai dengan konteks kenegaraan.
Evaluasi menjadi penting karena seluruh rangkaian Sidang Tahunan merupakan kerja lembaga negara yang pada ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
“Karena semua pun akhirnya semua kerja-kerja lembaga untuk rakyat,”
tutup dia.
























