Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 15 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Pidato Prabowo Disorot, Pantau Gambut Ungkap Lonjakan Titik Panas hingga 4.220 di Papua Selatan
Nasional

Pidato Prabowo Disorot, Pantau Gambut Ungkap Lonjakan Titik Panas hingga 4.220 di Papua Selatan

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Agustus 14, 2026 11:00 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU)
SHARE

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pertumbuhan ekonomi dan investasi yang disebut harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat mendapat sorotan dari Pantau Gambut. 

Daftar isi Konten
  • Titik Panas Papua Selatan
  • Ancaman Karhutla
  • Penegakan Hukum

Lembaga tersebut menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi, investasi, hilirisasi, dan peningkatan nilai komoditas.

Menurut Pantau Gambut, pembangunan juga harus mempertimbangkan dampak ekologis serta pemenuhan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat, udara bersih, dan ruang hidup yang aman. 

Sorotan itu muncul di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai persoalan terkait lahan basah, konflik agraria, dan kerusakan lingkungan.

Baca juga:
Bahas Bursa Komoditas, Prabowo Nyeletuk: Emak-Emak yang Menguasai Ekonomi Kita Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat membahas rencana pemerintah membentuk bursa mineral…
Prabowo Buka Peluang Kewarganegaraan Ganda, Pemain Bola Kelas Dunia Bisa… Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan kebijakan kewarganegaraan Indonesia dengan membuka peluang kewarganegaraan…
Prabowo Targetkan Pembangunan 100 GW PLTS: Klaim Negara Bisa Hemat… Presiden Prabowo berambisi bangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt…
  • Bahas Bursa Komoditas, Prabowo Nyeletuk: Emak-Emak yang Menguasai Ekonomi Kita
  • Prabowo Buka Peluang Kewarganegaraan Ganda, Pemain Bola Kelas Dunia Bisa Perkuat Timnas…
  • Prabowo Targetkan Pembangunan 100 GW PLTS: Klaim Negara Bisa Hemat Rp73,9 Triliun…

Direktur Pantau Gambut, Iola Abas menilai biaya ekologis pembangunan tidak semestinya dibebankan kepada masyarakat.

Pembangunan tidak bisa diklaim berhasil jika dibayar dengan hancurnya ekosistem dan tergerusnya kedaulatan rakyat. Ketika risiko ekologis diabaikan, keuntungan terkonsentrasi pada segelintir pihak, sementara masyarakat menanggung dampaknya,”

ujar Iola.

Titik Panas Papua Selatan

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian Pantau Gambut adalah Papua Selatan. Di kawasan tersebut, alih fungsi lahan basah untuk proyek strategis nasional (PSN) di sektor pangan, air, dan energi dinilai membawa risiko ekologis.

Pantau Gambut mencatat jumlah titik panas di Papua Selatan meningkat tajam, dari 757 titik pada Juni menjadi 4.220 titik pada Juli 2026.

Daftar Kebakaran Hebat di Indonesia Sepanjang Januari-Agustus 2026 Diduga Dipicu Ulah Manusia

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi peringatan dalam pelaksanaan proyek pembangunan berskala besar, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran.

Pantau Gambut juga menyoroti pendekatan pembangunan yang dinilai belum memberikan ruang partisipasi masyarakat secara bermakna. Meningkatnya keterlibatan militer dalam sejumlah proyek juga dikhawatirkan dapat semakin meminggirkan masyarakat adat.

Ancaman Karhutla

Pantau Gambut memberikan tiga catatan utama terhadap agenda pembangunan pemerintah yang disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden.

Pertama, mengenai swasembada pangan. Menurut Pantau Gambut, target tersebut tidak seharusnya hanya berorientasi pada peningkatan produksi komoditas, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem dan keragaman pangan lokal.

Sepanjang Juli 2026, Pantau Gambut mencatat terdapat 15.067 titik panas. Angka tersebut muncul menjelang periode risiko karhutla yang biasanya meningkat pada Agustus hingga September.

Fenomena El Niño memang dapat memperburuk kondisi kering. Namun, Pantau Gambut menilai faktor iklim tidak seharusnya menjadi satu-satunya penjelasan mengenai karhutla.

Tata kelola lahan basah, pembukaan lahan, serta sistem pencegahan kebakaran juga dinilai perlu menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.

Orientasi swasembada yang bertumpu pada produksi komoditas secara massal dikhawatirkan mengancam keberagaman pangan masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi lokasi PSN.

Konflik Agraria

Catatan kedua berkaitan dengan perdagangan karbon. Pantau Gambut mengingatkan agar agenda tersebut tidak membuat persoalan konflik ruang dan ketidakadilan ekologis hanya dipandang sebagai persoalan emisi.

Perlindungan ekosistem gambut, menurut lembaga tersebut, tidak cukup hanya dengan menghitung potensi karbon yang dapat diperdagangkan. Hak masyarakat atas lahan dan ruang hidup juga harus menjadi perhatian.

Riset Pantau Gambut berjudul Satu Dekade Restorasi Gambut Indonesia menemukan bahwa 97 persen lahan gambut yang terbakar pada periode 2015–2019 tidak kembali menjadi hutan.

Hanya sekitar 3 persen yang kembali menjadi hutan. Sementara itu, 41 persen berubah menjadi semak belukar dan 54 persen beralih menjadi perkebunan monokultur, terutama kelapa sawit.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi Pantau Gambut untuk menilai bahwa perdagangan karbon saja tidak cukup menyelesaikan persoalan gambut apabila ekspansi perkebunan monokultur, ketimpangan penguasaan lahan, dan lemahnya penegakan hukum masih berlangsung.

Penegakan Hukum

Catatan ketiga menyangkut penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan. Pantau Gambut menilai terdapat kontradiksi apabila penertiban tambang ilegal berjalan bersamaan dengan penyelesaian administratif atau “pemutihan” perkebunan sawit ilegal yang berada di kawasan hutan.

Berdasarkan catatan Pantau Gambut, sekitar 3,3 juta hektare perkebunan sawit masuk dalam agenda tersebut. Dari luasan itu, sekitar 407.267 hektare berada di wilayah Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).

Sebanyak 84 persen dari luasan perkebunan sawit yang berada di KHG tersebut disebut masuk dalam fungsi lindung. Karena itu, penegakan hukum dinilai tidak seharusnya berhenti pada pengambilalihan aset, penyelesaian administratif, maupun peningkatan penerimaan negara.

Menurut Pantau Gambut, proses tersebut harus memastikan kerusakan dihentikan, ekosistem dipulihkan, pelaku dimintai pertanggungjawaban, serta hak masyarakat terdampak dipenuhi.

Pantau Gambut mendesak pemerintah mengevaluasi kembali berbagai proyek pembangunan yang berada di ekosistem lahan basah.

Selain itu, pemerintah diminta menghentikan kebijakan pemutihan perkebunan ilegal yang berada pada fungsi lindung gambut. Agenda perdagangan karbon dan penegakan hukum juga diharapkan diarahkan pada pemulihan lingkungan serta keadilan agraria.

Iola menilai pidato kenegaraan seharusnya tidak hanya menampilkan capaian pembangunan, tetapi juga mengakui konsekuensi yang muncul dari kebijakan tersebut.

Pidato kenegaraan semestinya tidak hanya menjadi panggung untuk memamerkan angka capaian. Pidato tersebut juga harus menjadi momentum untuk mengakui, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan risiko yang ditimbulkan oleh kebijakan pembangunan,”

tukas Iola.

Tag:Karhutlakonflik agrariaPapua SelatanPenegakan HukumPresiden Prabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Tak Singgung Nasib Guru PPPK Dalam Pidato, Begini Respon DPR
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/bay/kye)
1
Prabowo Klaim Kerja Habis-habisan untuk Rakyat: Kalender Saya Tidak Ada Tanggal Merah
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato di Sidang Tahunan MPR.
2
Komeng Sentil Pelaksanaan MBG: Program Presiden Bagus, Cuma yang Kerjanya Aja Nggak Bener
By Rika Pangesti
Anggota DPD Alfiansyah Bustami alias Komeng. (Foto: Owrite/Rika Pangesti).
3
Di Sidang Tahunan MPR, Prabowo Minta Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Ilegal
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR tahun 2026. (Sumber: Dok. DPR)
4
Jokowi Hadir di Sidang Tahunan MPR, Megawati dan SBY Absen
By Rika Pangesti
Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung MPR/DPR/DPD. (Sumber: Dok. DPR)
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Nasional

Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp240 Triliun, Sasar 70 Juta Penerima

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan Rp240 triliun untuk Program Makanan Bergizi…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Nasional

Tak Lagi Kalah dari Jawa, 441 RSUD di Daerah Terpencil Bakal Dilengkapi Teknologi Medis Modern

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap pemerintah menyiapkan pembangunan dan revitalisasi 441…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker (kiri) bersama gelandang Thom Haye. (Foto: IG Mitchell Baker).
Nasional

Prabowo Buka Peluang Kewarganegaraan Ganda, Pemain Bola Kelas Dunia Bisa Perkuat Timnas Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan kebijakan kewarganegaraan Indonesia dengan membuka peluang kewarganegaraan…

Ani Ratnasarihadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Gambar ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)
Nasional

Prabowo Targetkan Pembangunan 100 GW PLTS: Klaim Negara Bisa Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun

Presiden Prabowo berambisi bangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt…

Ani RatnasariOssid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up