Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan tujuan akhir pemerintahan. Sebab, keberhasilan ekonomi harus dilihat dari seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat, terutama kelompok paling bawah.
Prabowo menyampaikan hal itu dalam pidatonya di hadapan Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,”
ucap Prabowo.
Harus Berdampak ke Rakyat
Dia menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak ada artinya apabila tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah harus memastikan aktivitas investasi berujung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup. Prabowo bahkan menekankan setiap rupiah investasi harus memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
Investasi tidak boleh hanya menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi, sementara kelompok masyarakat miskin tetap tertinggal.
Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan, kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat kita yang paling bawah,”
tegasnya.
Menurut Prabowo, prinsip tersebut menjadi orientasi utama pemerintahannya. Dia menegaskan negara tidak boleh meninggalkan masyarakat yang berada dalam kondisi tidak berdaya.
Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin, kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya,”
katanya.


Tak Boleh Rakyat Lapar
Prabowo kemudian menyampaikan pesan terkait persoalan kelaparan. Dia menilai Indonesia seharusnya tidak lagi membiarkan rakyat mengalami kelaparan, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian besar dunia.
Kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia, Republik Indonesia, anggota G-20 tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar,”
ujar Prabowo.
Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat sendiri merupakan salah satu ukuran kekuatan sebuah negara. Negara yang kuat bukan hanya yang memiliki ekonomi besar, tetapi mampu memastikan rakyatnya bisa makan.
Prabowo juga mengungkap kondisi petani ketika pemerintahannya menerima mandat. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah akses pupuk yang sulit, ditambah harga gabah yang jatuh setiap musim panen.
Ketika kami menerima mandat petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap panen aturan yang berbelit-belit,”
kata Prabowo.


Mencari Solusi
Dia mengatakan pemerintah memilih menghadapi persoalan tersebut dengan mencari solusi, bukan saling menyalahkan. Menurutnya, berbagai masalah yang telah lama terjadi harus diselesaikan dengan keberanian mengambil keputusan.
Kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini,”
ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin terjebak dalam kebiasaan mencari pihak yang harus disalahkan. Fokus pemerintah, kata dia, adalah menemukan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Walaupun kita tidak menyalahkan siapapun kita melangkah dengan mencari solusi,”
katanya.
Dia juga mengingatkan birokrasi agar tidak menjadi penghambat ketika pemerintah harus mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Birokrasi tak boleh menghambat keputusan yang baik,”
tegas Prabowo.

























