Presiden Prabowo Subianto menegaskan makna kemerdekaan tidak sebatas pada proklamasi yang diperingati setiap tahun. Namun, kemerdekaan yang hakiki pun harus dirasakan rakyat.
“Karena kami sadar kemerdekaan bukan hanya yang diproklamasikan. Kemerdekaan adalah yang dapat dirasakan oleh rakyat,”
kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat, 14 Agustus 2026, di Kompleks Parlemen.
Bahkan para pendiri bangsa telah mewariskan juga cita-cita guna membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“81 tahun yang lalu para pendiri bangsa mewariskan kepada (rakyat) sebuah negara dan sebuah cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,”
lanjut Prabowo.
Kepala Negara menyatakan kekayaan Indonesia harus diperuntukkan kepetingan kesejahteraan rakyat, bukan dinikmati oleh kelompok tertentu.
“Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang saja,”
terang dia.
Penumpas Problem?
Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa ia menerima mandat dari rakyat untuk menyelesaikan persoalan, bukan hanya memberikan penjelasan mengenai masalah yang belum terselesaikan.
“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi kesulitan rakyat,”
aku dia.
Prabowo mengklaim pemerintah telah mengambil keputusan yang sulit agar persoalan bangsa tidak diwariskan turun temurun kepada generasi mendatang.
“Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus,”
tutur eks Menteri Pertahanan itu.

























