Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Update Gempa Magnitudo 7,7 di NTT, 14 Orang Meninggal Dunia

Korban meninggal dunia warga Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Tim SAR Gabungan evakuasi korban gempa NTT yang tertimpa bangunan. (Sumber: Tim SAR Maumere NTT)
Tim SAR Gabungan evakuasi korban gempa NTT yang tertimpa bangunan. (Sumber: Tim SAR Maumere NTT)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan korban jiwa akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut ada 14 orang dinyatakan meninggal dunia dan 13 orang luka-luka per pukul 12.30 WIB.

Tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan,”

ungkap Berton dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Korban dari 3 Kabupaten

Sejumlah pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (Sumber: Antara Foto/Gecio Viana/sth/nz)
Sejumlah pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (Sumber: Antara Foto/Gecio Viana/sth/nz)

Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Iklan

Sementara korban luka dilaporkannya berasal Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Bahwa data korban merupakan data sementara dan masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan validasi oleh BPBD bersama unsur terkait,”

ucapnya.

Berton melanjutkan, sekitar lima kepala keluarga turut terdampak dan sekitar 2.000 warga telah mengevakuasi mandiri untuk mengantisipasi gempa susulan maupun potensi tsunami yang sempat keluarkan BMKG.

Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Berat

Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Sumber: Antara Foto/Gecio Viana/sth/nz)
Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Sumber: Antara Foto/Gecio Viana/sth/nz)

Gempa tersebut juga menyebabkan 54 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang dan 11 unit rumah rusak ringan. Kerusakan juga dialami lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah serta enam kantor pemerintahan.

Kata Berton, kerusakan fasilitas dominan terjadi di Kabupaten Manggarai. Sekiranya, ada 29 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang dan sembilan rumah rusak ringan.

Lalu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan. Kemudian di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 unit rumah rusak berat.

Di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rusak sedang dan dua unit rusak ringan. Selain itu, dua fasilitas ibadah mengalami rusak ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak.

Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam,”

katanya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.