Pemerintah menyebut pemulihan listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi telah mencapai 99,5 persen. Dari 566.797 pelanggan yang terdampak, masih terdapat 2.732 pelanggan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan dari total 566.797 pelanggan yang terdampak gempa, sebanyak 99,5 persen telah berhasil dipulihkan.
Sebanyak 566.797 pelanggan yang terdampak akibat gempa tersebut saat ini sudah recovery sebanyak 99,5%, atau sisa 2.732 pelanggan yang perlu atensi,”
kata Berton saat konferensi pers perkembangan penanganan gempa NTT, Senin, 17 Agustus 2026.
Angka pemulihan tersebut mencakup wilayah Flores Barat dan Flores Timur. BNPB juga menyebut seluruh trafo sumber listrik yang terdampak telah kembali berfungsi. Dari 11 trafo sumber listrik yang terdampak gempa, seluruhnya disebut sudah bekerja dengan baik.
Listrik di bagian Flores Barat maupun bagian Flores Timur dari 11 trafo sumber listrik yang terdampak saat ini semuanya 100% telah bekerja dengan baik,”
ungkap Berton.
Meski demikian, klaim pemulihan 99,5 persen belum berarti seluruh warga terdampak sudah kembali menikmati listrik. Masih ada 2.732 pelanggan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah di tengah proses pemulihan pascagempa.
Berton berharap pemulihan terhadap pelanggan yang masih terdampak dapat segera dituntaskan dalam beberapa hari ke depan.
Kita berharap hari-hari mendatang pelanggan yang masih tersisa ini bisa diselesaikan dengan baik,”
harapnya.
Menurut Berton, pemulihan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan pascagempa. Sebab, selain rumah dan fasilitas umum yang terdampak, jaringan infrastruktur dasar juga harus segera dikembalikan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan.
Di sisi lain, kondisi jaringan telekomunikasi di Pulau Flores juga belum sepenuhnya pulih. BNPB mencatat jaringan telekomunikasi yang dikelola PT Telkom telah pulih 95,4 persen.
Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang masih membutuhkan perhatian. Pemulihan jaringan telekomunikasi di daerah tersebut baru mencapai 76,3 persen.
Pemulihan infrastruktur berlangsung bersamaan dengan penanganan korban. Hingga 17 Agustus 2026, BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka akibat gempa.
Tak hanya itu, aktivitas kegempaan juga masih berlangsung. BNPB mencatat sebanyak 1.576 gempa susulan terjadi, termasuk dua kejadian dengan magnitudo 6,0 atau lebih dan salah satunya mencapai magnitudo 6,2.




















