Sektor pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) belum sepenuhnya pulih setelah diguncang gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Meski aktivitas wisata di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo telah kembali berjalan, sejumlah destinasi masih ditutup dan operasional beberapa bandara di Flores belum normal.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemulihan sektor pariwisata masih berlangsung.
Pemerintah bersama otoritas terkait masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kondisi fasilitas serta daya tarik wisata yang terdampak gempa,”
ujar Berton dalam keterangannya dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Tiga Kawasan Wisata Tutup


Ia melanjutkan satu indikasinya terlihat dari masih ditutupnya sejumlah destinasi wisata. Tiga lokasi yang saat ini belum dibuka kembali yakni Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Waerebo di Kabupaten Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende.
Penutupan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi destinasi dan infrastruktur pendukungnya aman bagi wisatawan sebelum aktivitas kembali dibuka. Keselamatan wisatawan menjadi prioritas dalam proses pemulihan sektor pariwisata pascagempa,”
tambahnya.
Selain destinasi wisata, akses transportasi udara di sejumlah wilayah juga masih terdampak. Berdasarkan hasil pemantauan, operasional Bandara Komodo Labuan Bajo telah berjalan normal pada Senin, 17 Agustus 2026.
Namun, kondisi berbeda terjadi di sejumlah bandara lainnya.
Bandara Ende dan Bajawa Belum Normal


Di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, sebagian penerbangan masih dibatalkan. Sementara seluruh penerbangan yang terjadwal di Bandara Soa-Bajawa pada Senin, 17 Agustus 2026 dibatalkan sementara.
Di Bandara Frans Sales Lega Ruteng, pembatalan penerbangan masih terjadi. Kondisi fasilitas bandara juga masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut karena ditemukan kerusakan atau retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, sebagian penerbangan masih beroperasi dan sebagian lainnya mengalami pembatalan.
Kondisi penerbangan di Flores masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan operasional masing-masing maskapai dan pengelola bandara,”
jelasnya.



























