Jika dibandingkan dengan luasan dampak gempa waktu di Sumatera yang meliputi Sumatera secara keseluruhan, hampir Sumatera Selatan secara keseluruhan, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan seterusnya. Sementara ini hanya beberapa kabupaten,”
ungkapnya.
Dijelaskan Saiful, kondisi penanganan tersebut juga disampaikan langsung oleh jajaran Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kepada Komisi V DPR. Berdasarkan laporan tersebut, upaya penanganan di lapangan dapat berjalan dengan relatif baik.
Ini disampaikan secara langsung kepada kami dari teman-teman Basarnas dan akhirnya bisa ditangani dengan baik,”
jelasnya.
Perbaikan Infrastruktur Terdampak
Politisi PKB itu melanjutkan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah bergerak memperbaiki sejumlah infrastruktur yang terdampak.
Perbaikan akses menjadi penting, karena jalan yang terputus dapat menghambat mobilisasi bantuan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Per hari ini, teman-teman dari Kementerian PU sudah relatif bisa menangani,”
ucapnya.
Ia menjelaskan, sejumlah akses jalan yang putus menuju wilayah dataran tinggi menjadi perhatian pemerintah.
Untuk lokasi yang belum dapat ditembus melalui jalur darat, bantuan dilakukan menggunakan jalur udara agar kebutuhan pengungsi tetap dapat dipenuhi.
Beberapa jalan yang putus untuk akses mobilisasi bantuan kepada para pengungsi di dataran tinggi yang tidak bisa melalui darat, bisa dilakukan bantuan melalui udara,”
ujarnya.
Selain membuka kembali akses transportasi, Saiful mengatakan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi prioritas.
Kementerian PU disebut memfokuskan pekerjaan pada penyediaan kembali air bersih dan fasilitas sanitasi di wilayah terdampak.
Beberapa infrastruktur, terutama perbaikan air bersih dan sanitasi, menjadi prioritas dari kerja PU. Beberapa hal yang lain memang bukan di ranah ini, terkait dengan mati listrik dan seterusnya. Setahu kami, PLN juga sudah langsung turun tangan,”
ucapnya.