Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau tidak semata karena kondisi cuaca dan fenomena El Nino, tapi ada faktor kesengajaan dan kelalaian manusia.
“Setelah kami melihat data 2021-2022, pada saat Covid-19 itu zero karhutla (tidak ada kebakaran). Jadi saat ini karhutla semua dari manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,”
kata Herry dalam pelaporan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto, Senin, 24 Agustus 2026.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, terdapat 33 laporan polisi terkait karhutla dengan 36 tersangka, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 806,57 hektare.
Herry juga mengatakan bahwa pihaknya menemukan dugaan modus pembakaran dengan melibatkan masyarakat. Dalam sejumlah kasus, orang yang berada di lokasi kebakaran mengaku hanya memancing, meski tidak ditemukan lokasi pemancingan di kawasan tersebut.






