Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J Rachbini mendorong elite Nahdlatul Ulama (NU) mengurangi orientasi pada politik praktis dan mengalihkan kekuatan organisasi untuk mempercepat pembangunan pesantren serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nahdliyin.
Dia berpendapat kekuatan besar NU seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik jangka pendek. Setelah muktamar, elite NU dinilai memiliki pekerjaan yang lebih besar, yakni melanjutkan transformasi pesantren agar semakin berperan dalam pembangunan masyarakat.
“Sebaiknya hindari bermain politik praktis karena dengan posisi strategis, keanggotaan yang masif, dan besar jumlahnya, maka secara inheren NU mempunyai posisi dan daya tawar yang kuat,”
kata Didik dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.
Didik menilai posisi strategis tersebut seharusnya digunakan untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, teknologi, sumber daya manusia, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren.






