Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca disiapkan untuk mengantisipasi dampak lanjutan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Wartawan memotret Gunung Sinabung saat menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026).
Wartawan memotret Gunung Sinabung saat menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026). (ANTARA FOTO/Yudi Manar/nz)

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) disiapkan untuk mengantisipasi dampak lanjutan erupsi Gunung Anak Krakatau. 

OMC akan dilakukan setelah kondisi dinilai lebih kondusif, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan karena sejumlah bandara masih ditutup akibat paparan abu vulkanik.

Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe hari ini hingga malam nanti. Dua teknik untuk mendatangkan hujan saat tidak ada awan, khususnya di tengah musim kemarau panas ini,”

kata Suharyanto dalam keterangan resmi, Senin, 7 September 2026.

Pilihan EditorSyifa Fauziah

Abu Anak Krakatau Tembus 50.000 Kaki, AirNav Terbitkan Red Alert

Selain melalui penyemaian awan, BNPB juga menyiapkan teknik modifikasi cuaca menggunakan water-mist. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan hujan di wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung sehingga abu vulkanik yang tersebar dapat lebih cepat luruh.

Iklan

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya telah dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Distribusi material vulkanik tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas penerbangan.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BNPB juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah yang terpapar abu vulkanik.

Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi terdampak erupsi,”

ucap Suharyanto.

BNPB juga telah mengirimkan sejumlah personel menuju lokasi terdampak untuk memantau secara langsung kondisi wilayah yang terpapar erupsi serta dampaknya terhadap masyarakat.

Suharyanto meminta jajaran BNPB dan pemerintah daerah memastikan kesiapan berbagai perangkat penanggulangan bencana. 

Kesiapan tersebut mencakup keberfungsian sirine, tempat evakuasi, rencana kontinjensi di wilayah terdampak, hingga ketersediaan stok makanan yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,”

jelasnya.

Hingga saat ini, Suharyanto menyatakan belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana.

Meski demikian, BNPB akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengantisipasi kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih dapat berlangsung.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pemerintah menghadapi potensi dampak lanjutan erupsi, sekaligus mempercepat penanganan apabila kondisi di wilayah terdampak mengalami perkembangan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar