Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian penumpang dan awak kapal dari KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lepas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan dari total 243 penumpang dan awak kapal, enam orang dinyatakan meninggal dunia, serta 107 orang telah dievakuasi.

Sampai dengan pukul 14.56 WITA, selamat 107 orang meninggal dunia enam orang,”

ungkap Putu dalam keterangannya pada Minggu, 13 September 2026.

130 Penumpang Dicari

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (ketiga kiri) bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (ketiga kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers terkait kecelakaan kapal motor penumpang Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/hma)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (ketiga kiri) bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (ketiga kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers terkait kecelakaan kapal motor penumpang Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/hma)

Sementara itu, masih terdapat 130 penumpang belum diketahui nasibnya sehingga masih proses pencarian.

Putu menerangkan, operasi pencarian melibatkan unsur laut dan udara.

Pengembangan pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan LKP, lokasi kejadian atau titik tenggelam, serta informasi posisi penemuan dan penyelamatan survivor,”

katanya.

280 Personel SAR Cari Penumpang

Petugas Basarnas Kelas A Banjarmasin menyiapkan data-data kecelakaan Kapal Motor Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/nz)
Petugas Basarnas Kelas A Banjarmasin menyiapkan data-data kecelakaan Kapal Motor Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/nz)

Selama operasi berlangsung, terdapat 280 personel SAR Gabungan. Terdiri dari TNI AL, KSOP, Distrik Navigasi, Polairud, Pelindo, BPBD, Damkar, PMI, PSC, potensi SAR masyarakat, serta awak dan rescuer kapal SAR.

Prioritas operasi diarahkan pada pencarian dan pertolongan terhadap 130 orang yang masih dalam pencarian dan pengembangan area pencarian berdasarkan datum terbaru,”

tegas Putu.