Komisi III DPR RI mendorong Polda Metro Jaya mengusut tuntas dugaan eksploitasi anak di balik kericuhan unjuk rasa pada 27 Agustus 2026. Polisi juga diminta membongkar pihak yang diduga menjadi dalang maupun penyandang dana kerusuhan tersebut.
Habiburokhman menilai dugaan pelibatan anak dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan merupakan persoalan serius. Perkara tersebut perlu diusut secara menyeluruh untuk memastikan fakta hukum dan pihak yang bertanggung jawab.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh kepada jajaran Polda Metro Jaya atas keberhasilan mengungkap dugaan tindak pidana eksploitasi di balik kericuhan unjuk rasa,”
ujar Habiburokhman dalam keterangannya, dikutip pada Senin, 14 September 2026.
Melibatkan atau mengeksploitasi anak dalam demonstrasi bukan hanya berpotensi melanggar hukum, lanjut dia, sebab praktik tersebut juga mencederai nilai demokrasi karena anak ditempatkan dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan.






