Polri mengakui kejahatan cyberbullying hingga radikalisme berbasis konten AI menjadi ancaman yang kerap menjadi sorotan belakangan ini.

Wakaposko Presisi Polri sekaligus Wakil Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Wakakortastipidkor) Polri Brigjen Pol. Boro Windu Danandito, S.I.K., M.A.P menilai, anggota Polri harus digembleng untuk tidak gaptek dalam menghadapi kejahatan siber berbasis AI.

Jadi kita berusaha melatih para polisi dulu dengan teman-teman akademisi. Sehingga ada pemahaman yang sama tentang ancaman yang dihadapi oleh masyarakat saat ini,”

kata Boro di Universitas Binus, Jakarta Barat, Senin, 14 September 2026.

Boro juga menyoroti sejumlah ancaman digital yang kian berkembang seiring dengan masifnya penggunaan AI di kalangan masyarakat.

Karena kita tahu banyak cyberbullying, scamming, dan yang lainnya, bakal ada indikasi radikalisme di konten-konten AI itu sendiri,”

ujarnya.

Guna memutus mata rantai itu, Polri, kata Bowo, harus dibekali literasi teknologi yang lebih luas sebelum memberikan edukasi kepada masyarakat.

63 Personel Jajaran Polres

Melalui pelatihan program ‘Pahami AI’, sebanyak 63 personel dari jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya dituntut untuk mengikuti program tersebut.

Materi pembahasan mencakup mengenali, menggunakan, dan mengadaptasi AI, termasuk mengenali serta melawan hoaks dan mengasah penggunaan prompt secara bertanggung jawab.

Di samping itu, Windu menyebut, penyetaraan kompetensi digital penting mengingat korps bhayangkara diisi dari berbagai generasi dengan tingkat pemahaman yang berbeda.

Seperti saya ya, generasi tua. Kemudian ada generasi muda, generasi Alpha, Gen Z, dan yang lainnya,”

ungkap Boro.

Oleh karena itu, kesenjangan pemahaman mengenai teknologi AI harus dipersempit agar personel memiliki kesamaan kompetensi digital.

Setidaknya dalam kompetensi digitalnya. Sehingga kita secara bertahap akan melakukan pelatihan kepada anggota kepolisian,”

jelasnya.

Setelah personel mendapatkan wawasan mengenai AI yang cukup, pembahasan itu akan dilanjutkan ke masyarakat secara berjenjang.