Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan belum ada kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) karena disebabkan oleh El Nino (fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas kondisi normal yang menyebabkan kemarau panjang).
Kini pemerintah menyiapkan langkah antisipasi, karena secara historis, kasus dengue cenderung meningkat ketika El Nino terjadi. Berdasarkan pola, peningkatan DBD dapat muncul setelah periode puncak El Nino berlalu.
“Memang sejarahnya kalau ada El Nino, dengue naik,”
ujar Budi usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, dikutip pada Selasa, 15 September 2026.
Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran sebagai langkah antisipasi. Protokol penanganan DBD disiapkan mulai dari pencegahan, deteksi, hingga pengobatan.
Protokol
Menurut Budi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah masyarakat dapat mencegah kemunculan tempat nyamuk berkembang biak. Salah satunya dengan memastikan tidak ada genangan atau tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Mulai dari deteksi, pencegahan dulu, mesti membersihkan air,”
kata dia.
Setelah pencegahan, langkah berikutnya adalah memastikan kasus bisa terdeteksi sedini mungkin. Budi mengatakan pemeriksaan darah menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah seseorang mengalami DBD.
Kecepatan mendeteksi penyakit menjadi perhatian karena DBD dapat ditangani optimal apabila pasien mendapatkan penanganan sejak awal. Ia menyatakan persoalan utama bukan semata-mata pada penyakit, melainkan seberapa cepat kondisi pasien diketahui dan ditangani.
“Di Indonesia, sebenarnya kematian dengue itu tertangani dengan baik. Terpenting (masyarakat) tahu deteksi harus cepat-cepat ketahuan,”
ucap dia.
Budi juga menjelaskan salah satu tanda yang perlu diperhatikan pada pasien yang diduga mengalami DBD adalah penurunan trombosit. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk dalam pemeriksaan pasien.
Meski pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi, Budi menegaskan saat ini belum ada data yang menunjukkan peningkatan kasus dengue akibat El Nino. Kini pemerintah masih memantau perkembangan kasus sebelum menyimpulkan ada dampak langsung dari perubahan cuaca tersebut.
Kualitas Udara
Budi juga meluruskan anggapan bahwa kualitas udara buruk berkaitan langsung dengan peningkatan kasus dengue. Saat ditanya mengenai kualitas udara yang disebut telah mencapai angka 1.000, dia menegaskan kondisi tersebut bukan faktor yang berhubungan langsung dengan dengue.
Angka 1.000 pada Indeks Kualitas Udara (AQI) menunjukkan tingkat polusi udara berada pada tahap ekstrem yang sangat berbahaya dan jauh melampaui batas skala standar. Secara normal, skala standar AQI global hanya berkisar antara 0 hingga 500.
“Itu tidak ada hubungan dengan dengue,”
ujar Budi.
Faktor yang lebih berkaitan dengan dengue adalah kondisi udara yang berhubungan dengan kekeringan dan kelembapan. Kenaikan atau penurunan kasus tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan angka kualitas udara.
“Dengue itu berhubungan dengan udara. Kekeringan dan kelembapan udara,”
tutur dia.
Dengan kondisi El Nino yang masih berlangsung, Kemenkes memilih memperkuat pencegahan dan deteksi dini meski belum ada kenaikan kasus. Pemerintah juga memamntau situasi untuk guna mengetahui pola peningkatan dengue seperti yang terjadi pada periode El Nino sebelumnya.






