Polda Banten menunggu hasil pemeriksaan DNA dari keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak dengan jenazah laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles mengatakan, jenazah itu telah dilakukan proses autopsi oleh Polda Bengkulu setelah dievakuasi.
Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan hari ini telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA,”
ucap Maruli kepada wartawan, Selasa, 15 September 2026.
Ciri-ciri Jenazah
Adapun jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 165 sentimeter, dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.
Pada saat ditemukan, wajah jenazah dalam kondisi rusak, sehingga harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan identitasnya.
Maruli mengimbau, agar masyarakat tidak berspekulasi terlebih dahulu sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. Di samping itu operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak masih berlangsung oleh Tim SAR Gabungan.
Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,”
tegas Maruli.
Operasi Pencarian Diperpanjang

Basarnas memutuskan memperpanjang tiga hari operasi pencarian rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda ketika hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan perpanjangan lantaran pencarian belum membuahkan hasil selama tujuh hari sejak 7-14 September 2026.
Kami akan melanjutkan operasi SAR selama tiga hari ke depan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya,”
kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad melalui siaran persnya, Selasa, 15 September 2026.
Saat operasi pencarian hari ketujuh, Senin, 14 September, Tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian menjadi tujuh sektor yang terdiri dari enam sektor pencarian laut dengan melibatkan 20 kapal; dan satu sektor pencarian udara menggunakan satu unit helikopter.
Berdasarkan laporan operasi, luas area pencarian di permukaan laut mencapai 4.586 NM², sedangkan sektor udara mencapai 2.063 NM², dengan total area pencarian sekitar 6.649 NM².
Kerahkan Semua Unsur
Selain pencarian menggunakan unit kapal, unit helikopter menyisir wilayah Perairan Selat Sunda bagian selatan hingga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon selama kurang lebih dua jam.
Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR pencarian delapan korban akan dimaksimalkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya.
Kami berharap upaya ini dapat membuahkan hasil dan delapan korban segera ditemukan,”
ucap Amrad.






