Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengklaim telah membekukan izin usaha tiga perusahaan di Kalimantan Timur yang konsesinya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Total areal terbakar di dalam konsesi ketiga perusahaan tersebut mencapai 661,83 hektare.
Sanksi tersebut diumumkan Raja Juli setelah mengecek penanganan karhutla di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Senin, 14 Septemeber 2026. Tiga perusahaan yang dikenai pembekuan izin masing-masing berada di Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Paser.
Jadi hari ini, saya mengumumkan ada pembekuan izin usaha tiga perusahaan di Kalimantan Timur. Selain pembekuan izin usaha juga dilakukan paksaan pemulihan ekosistem atau lingkungan, dan plus kalau memang ada indikasi pidana akan diteruskan oleh Gakkum Kemenhut dan juga Polda,”
kata Raja Juli, dikutip Selasa, 15 September 2026.
3 Perusahaan Terlibat Karhutla

Salah satu perusahaan yang dibekukan izinnya adalah PT Puji Sempurna Raharja (PSR) di Kabupaten Berau. Perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) Hutan Alam tersebut memiliki konsesi seluas 14.605 hektare. Dari luasan itu, areal yang terbakar mencapai 82,26 hektare.







