Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kalimantan Timur. Namun, Pemerintah Provinsi Kaltim menyebut kondisi tersebut belum masuk kategori paling dominan dibandingkan sejumlah provinsi lain di Kalimantan dan Sumatera.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan Kaltim memiliki titik karhutla yang cukup banyak.

Meski demikian, penanganan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terutama TNI dan Polri, membuat kondisi masih dapat dikendalikan.

Untuk Kalimantan Timur, alhamdulillah walaupun titik spot-nya paling banyak, tetapi penanganannya berkat bekerja sama seluruh Forkopimda, terutama TNI-Polri, semuanya bisa terkendali,”

kata Rudy di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Enam Provinsi

Menurut Rudy, Kaltim juga tidak termasuk enam provinsi yang saat ini disebut memiliki karhutla paling dominan. Enam provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Jadi Kalimantan Timur tidak termasuk di dalam enam provinsi yang berkaitan dengan karhutlanya yang paling mendominasi,”

ujarnya.

Rudy menyebut enam provinsi tersebut saat ini menjadi wilayah dengan kondisi karhutla yang lebih besar. Sementara itu, Kaltim masih dalam kondisi yang terkendali meski musim kemarau masih berlangsung.

Kalau saat ini yang paling mendominasi adalah Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Sumsel, sama Jambi,”

kata dia.

Meski tidak masuk dalam enam provinsi dengan karhutla paling dominan, Rudy mengakui asap masih muncul di sejumlah wilayah Kaltim.

Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah karena kebakaran masih terjadi selama musim kemarau.

Ada, pasti ada. Masih ada. Masih ada, tetapi semuanya masih dalam kondisi yang terkendali, aman terkendali karena masih kemarau untuk di Kaltim,”

ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah tetap mengambil langkah antisipasi terhadap dampak asap terhadap masyarakat. Salah satunya dengan meliburkan kegiatan sekolah dan membagikan masker untuk aktivitas di luar ruangan.

Rudy mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan hingga indeks kualitas udara kembali berada dalam kondisi sehat.

Dalam kondisi yang sehat,”

kata Rudy saat ditanya mengenai batas waktu peliburan sekolah.

Berpotensi Memburuk

Ia menegaskan kualitas udara di Kaltim saat ini masih berada dalam kondisi aman. Namun, kondisi itu berpotensi memburuk jika kebakaran terus berlangsung.

Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman. Tetapi memang sedikit lagi kalau masih kebakaran terus memang jadi tidak sehat,”

ujar Rudy.

Pemerintah daerah pun tetap memantau kondisi udara sembari melakukan penanganan terhadap karhutla.

Rudy mengatakan aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak, tetap menjadi perhatian selama asap masih muncul di sejumlah wilayah.

Anak-anak sekolah masih kita liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar,”

tambahnya.