Amnesty International Indonesia mendesak investigasi independen dan menyeluruh atas tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Amnesty menyoroti jeda waktu antara laporan kapal menghadapi cuaca buruk dan permintaan bantuan kepada tim SAR.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, KMP Virgo Transport 8 dilaporkan menghadapi cuaca buruk sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun, General Manager (GM) Virgo Transport 8 baru meminta bantuan ke Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WIB.
Kapal melaporkan menghadapi cuaca buruk pada pukul 01.00 WIB namun pihak General Manager Virgo Transport 8 baru melaporkan ke Kantor SAR Banjarmasin untuk mendapatkan bantuan pada pukul 04.10 WIB. Mengapa GM Virgo Transport 8 setelah tiga jam baru meminta pertolongan kepada SAR Banjarmasin? Harus ada penjelasan terkait ini ke publik,”
kata Usman dalam keterangan resmi, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Usman, jeda tersebut perlu menjadi salah satu hal yang diperiksa dalam investigasi untuk mengetahui apakah prosedur mitigasi dan kedaruratan telah dijalankan sesuai aturan.
Membiarkan kapal penumpang melaju menembus cuaca buruk adalah bentuk pengabaian terhadap keselamatan nyawa manusia,”
ujarnya.
Penyebab Tenggelamnya Kapal
Amnesty menilai investigasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab tenggelamnya kapal serta memastikan ada tidaknya kelalaian dari pihak-pihak yang terlibat, baik operator maupun regulator keselamatan transportasi.
Insiden ini adalah tragedi kemanusiaan yang mengekspos kelalaian negara dalam memastikan bahwa hak keselamatan pengguna layanan transportasi laut terlindungi. Kami mendesak adanya investigasi segera, independen, imparsial, dan menyeluruh atas tragedi ini untuk menjelaskan alasan tenggelamnya KMP Virgo secara transparan,”
urainya.
Juga mengungkapkan, investigasi independen ini sangat penting untuk menjawab apakah terdapat kelalaian dari berbagai aktor yang terlibat termasuk di antaranya aktor negara sebagai regulator keselamatan transportasi dan aktor nonnegara seperti perusahaan dan/atau badan pemilik transportasi laut.
Hingga Selasa, sebanyak 114 korban telah ditemukan dalam operasi pencarian KMP Virgo Transport 8. Enam orang di antaranya meninggal dunia, sementara 129 korban lainnya masih dalam pencarian.
Pada hari ketiga operasi SAR, Basarnas memperluas wilayah pencarian dari 2.600 mil laut menjadi 4.600 mil laut di perairan Masalembo.
KMP Virgo Transport 8 diketahui membawa 243 penumpang dan awak ketika terbalik setelah menghadapi cuaca buruk pada Minggu, 13 September 2026.
Menteri Perhubungan sebelumnya menyatakan kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 500 orang sehingga tidak mengalami kelebihan kapasitas.






