PT Freeport Indonesia (PTFI) memperketat koordinasi keamanan dengan TNI dan Polri setelah konvoi bus karyawan ditembaki orang tidak dikenal pada 2 September 2026. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, tetapi membuat para pekerja mengalami ketakutan.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan insiden terjadi ketika konvoi bus karyawan melintas di wilayah operasional perusahaan. Kendaraan dalam rombongan tersebut ditembaki oleh orang tidak dikenal.
Di mana konvoi bus karyawan kami itu ditembaki oleh orang tidak dikenal,”
kata Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu, 16 September 2026.
Tak Ada Korban

Tony memastikan tidak ada karyawan yang menjadi korban dalam penembakan tersebut. Namun, dampak psikologis terhadap pekerja menjadi perhatian perusahaan.
Bersyukur bahwa tidak ada korban, tidak ada yang luka, namun memberikan rasa takut yang luar biasa kepada karyawan-karyawan kami, dan kami terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengatasi dan mengantisipasi hal-hal ini ke depannya,”
ujar Tony.
Menurut Tony, koordinasi dengan aparat keamanan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan serupa di wilayah operasional PTFI. Meski demikian, perusahaan belum menyebutkan pihak yang diduga berada di balik penembakan tersebut.
Insiden keamanan itu terjadi saat PTFI masih menjalankan pemulihan produksi tambang Grasberg setelah longsoran material basah pada September 2025. Dampak insiden tersebut membuat kapasitas produksi PTFI belum kembali ke level normal.






