Kondisi laut di sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan semakin dinamis dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut penguatan Monsun Australia dapat meningkatkan kecepatan angin yang berpotensi berdampak terhadap ketinggian gelombang laut.

Prakirawan Cuaca Maritim BMKG Mia Utami mengatakan kondisi laut Indonesia tidak bersifat tetap.

Perubahan kondisi dapat terjadi dalam waktu yang berbeda di setiap wilayah, bergantung pada sejumlah faktor meteorologi.

Laut Indonesia memang sangat dinamis. Kondisi angin, tekanan udara, pertumbuhan awan konvektif, dan gelombang dapat berubah dari waktu ke waktu dan berbeda antarwilayah,”

kata Mia kepada Owrite, Rabu 16 September 2026.

Aktivitas Monsun Australia

Mia menjelaskan, salah satu kondisi yang perlu diperhatikan saat ini adalah aktivitas Monsun Australia yang cenderung lebih kuat dibandingkan kondisi normal.

Saat ini secara umum Monsun Australia cenderung lebih kuat dari normal. Angin monsun ini diprediksi menguat dalam beberapa hari ke depan,”

ujarnya.

Penguatan angin tersebut berpotensi memengaruhi kondisi perairan di sejumlah wilayah. Mia menyebut peningkatan kecepatan angin dapat diikuti dengan peningkatan tinggi gelombang.

Peningkatan kecepatan angin ini dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang, khususnya di wilayah Laut Jawa, Selat Makassar, Selat Karimata, Selat Sunda, Samudra Hindia Barat Sumatera dan Selatan Jawa hingga NTT,”

kata dia.

Peningkatan Tinggi Gelombang

Selain wilayah tersebut, potensi peningkatan tinggi gelombang juga perlu diperhatikan di sejumlah perairan lainnya.

Juga Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru, dan Samudra Pasifik Utara Maluku hingga Papua Barat Daya hingga tiga hari ke depan,”

kata dia.

Kondisi laut yang dinamis tersebut menjadi perhatian di tengah tragedi KM Virgo. Berdasarkan data kondisi cuaca saat kejadian, wilayah lokasi kejadian berada dalam kondisi berawan.

Pada saat itu, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 15–20 knot atau kategori sedang hingga kencang. Tinggi gelombang tercatat 1,5–2 meter atau masuk kategori sedang.

Sementara itu, arus permukaan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 0,4–1,2 knot yang berada dalam kategori lemah hingga sedang.

Kondisi tersebut merupakan gambaran cuaca dan laut pada saat kejadian KM Virgo. Adapun kondisi laut dapat berubah seiring perubahan angin, tekanan udara, pertumbuhan awan konvektif, maupun gelombang di masing-masing wilayah.

Laut Indonesia memang sangat dinamis,”

tambah Mia.