Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Prabowo Singgung Beda Partai dengan Pramono: Kita Bersaing, Tapi Bisa Bekerja Sama

Presiden Prabowo Subianto menyinggung perbedaan partai politik dengan Gubernur Pramono tidak jadi penghalang bagi pemerintah pusat.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) secara símbolis meresmikan operasional LRT rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) secara símbolis meresmikan operasional LRT rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.)

Presiden Prabowo Subianto menyinggung perbedaan partai politik dengan Gubernur Pramono tidak jadi penghalang bagi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk bekerja sama melayani masyarakat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan LRT rute Kelapa Gading–Manggarai di Jakarta.

Kita datang dari partai yang berbeda, kita bersaing dalam pemilihan umum, tapi kita bisa bekerja sama, bisa saling menghormati,”

ucap Prabowo dalam pidatonya, Rabu, 16 September 2026.

Prabowo mengklaim contoh tersebut menjadi bukti kehidupan bernegara yang demokratis dan aman di Indonesia.

Iklan

Pelayan Masyarakat

Menurutnya, Presiden dan Gubernur memiliki mandat yang berbeda tapi sama-sama menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Kita sadar di dalam hati sanubari kita bahwa kita dipilih oleh rakyat,”

ujar Prabowo.

Kepala Negara menegaskan, dirinya bersama Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno mengemban tugas melayani masyarakat.

Presiden menilai, mandat yang diterima harus mengedepankan kepentingan bangsa, bukan untuk pribadi ataupun kelompok tertentu.

Pikiran kita, tenaga kita, upaya kita semuanya untuk rakyat Indonesia,”

ungkapnya.

Prabowo menyinggung mandat dari rakyat harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan sungguh-sungguh. Namun, jika menjadi pelayan masyarakat itu dirasa berat, Presiden mempersilakan untuk mengundurkan diri.

Kalau kita tidak kuat dan kita tidak sanggup, kita harus kesatria, kita harus meminggir,”

tambahnya.

Iklan