Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang baru tiba di Indonesia belum langsung dioperasikan. Kementerian Pertahanan masih menyiapkan anggaran untuk pemeliharaan, perbaikan, hingga sejumlah penyesuaian agar kapal hibah dari Italia itu bisa digunakan sesuai kebutuhan.
Kedatangan kapal yang bakal menggunakan nama KRI Gadjah Mada itu belum serta-merta membuat TNI Angkatan Laut bisa langsung mengoperasikannya.
“Sedang direncanakan oleh Kementerian Pertahanan. Anggaran pemeliharaan, anggaran perbaikan, kemudian revisi dan lain sebagainya. Sesuai dengan kebutuhan (Indonesia),”
ujar Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, Sabtu, 19 September 2026.
Kebutuhan Nusantara
TB Hasanuddin menjelaskan kapal tersebut tidak hanya diproyeksikan untuk kepentingan pertahanan. Kapal juga dapat dimanfaatkan dalam penanganan bencana alam, termasuk sebagai fasilitas rumah sakit lapangan.
Namun, fungsi tersebut membutuhkan perlengkapan tambahan. Kapal harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia, termasuk dukungan helikopter, sarana pengangkut, serta perangkat lain yang menunjang pelaksanaan misi.
“Kalau terjadi bencana alam, (negara) perlu rumah sakit lapangan. Sehingga itu juga harus dilengkapi dengan helikopter, pengangkut, dan lain sebagainya,”
ucap dia.
TB Hasanuddin mengatakan kelengkapan tersebut diperlukan agar pemanfaatan kapal dapat berjalan efektif dan efisien. Sementara dari sisi personel, TNI Angkatan Laut disebut telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengoperasian kapal.
“Sumber daya manusia (kapal tersebut) selama ini sudah disiapkan oleh TNI Angkatan Laut,”
kata politikus Fraksi PDI-Perjuangan itu.
The Big Guy
ITS Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, pada pukul 07.58 WIB, Jumat, 18 September 2026. Kapal itu memasuki wilayah Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Saat memasuki wilayah perairan Indonesia, kapal tersebut dikawal KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Kedatangannya menjadi bagian dari proses penerimaan kapal induk yang telah dihibahkan Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan.
Komisi I DPR RI telah menyetujui penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi. Dalam persetujuan itu, DPR menekankan sejumlah hal yang harus dipastikan pemerintah, mulai dari kesiapan doktrin dan sumber daya manusia hingga keberlanjutan anggaran.
Selain itu, parlemen juga menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan teknologi. Persoalan anggaran menjadi salah satu faktor penting karena pengoperasian kapal tidak berhenti pada proses penerimaan aset.






