Indonesia memiliki kapal induk pertama setelah kapal milik Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, berlabuh di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat 18 September 2026.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal tersebut nantinya diprioritaskan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) jika sudah resmi milik Indonesia. Menurutnya kapal itu mampu menampung 14 helikopter.

Bisa digunakan untuk kepentingan militer untuk perang. Tapi kita fokuskan terutama untuk OMSP,”

ungkap Ali saat jumpa pers di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jumat 18 September 2026.

Menurut Ali, di Indonesia kerap kali terjadi bencana alam, sehingga membutuhkan unit yang bisa mengoperasikan helikopter guna pengiriman bantuan di wilayah terpencil.

Jadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter. Karena dengan helikopter ini logistik akan bisa banyak didrop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote, yang daerah terpencil,”

katanya.

Adapun landasan di kapal ITS Giuseppe Garibaldi juga tidak menutup kemungkinan menampung lebih dari 14 helikopter. Hal itu tergantung pada ukuran unitnya.

Jadi ini bisa 14 helikopter, mungkin lebih kalau tergantung ukuran dari helikopternya. Kalau helikopternya lebih kecil mungkin bisa lebih banyak,”

ujarnya.

KRI Sriwijaya

Muhammad Ali melanjutkan, kapal induk asal Italia itu akan dilakukan proses reflagging atau pergantian bendera menjadi Merah Putih yang akan dilakukan pada 24 September 2026.

Setelah itu, akan ada perubahan nama menjadi KRI Sriwijaya dan resmi menjadi bagian armada TNI Angkatan Laut.