Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi sangat mungkin direalisasikan, tetapi kalkulasi anggaran yang diprediksi mencapai ratusan triliun rupiah per tahun harus komprehensif.
“Rencana pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi negeri pada prinsipnya sangat mungkin direalisasikan dan kami sepakat, tetapi perlu perhitungan fiskal yang matang,”
kata Lalu, Sabtu, 19 September 2026.
Pemerintah juga harus memperjelas cakupan pendidikan gratis yang dimaksud. Sebab, biaya yang harus ditanggung negara tidak berhenti pada uang sekolah maupun Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Pemerintah harus terlebih dahulu mendefinisikan apa saja yang dimaksud dengan ‘gratis’, karena bukan hanya uang sekolah atau UKT yang perlu ditanggung, tetapi juga biaya operasional, sarana-prasarana, guru, hingga kebutuhan pembelajaran,”
ujar dia.
Kaji
Dengan cakupan pembiayaan tersebut, kebutuhan tambahan anggaran berpotensi sangat besar. Ia menyatakan besaran bergantung pada seberapa luas penerapan program pendidikan gratis tersebut.






