Operasi pencarian korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ketujuh. Di tengah proses pencarian terhadap 126 orang yang masih belum ditemukan, pemerintah mulai menyiapkan langkah teknis untuk mengangkat kapal yang kini berada di dasar Perairan Laut Jawa.

Kementerian Perhubungan menyebut rapat bersama seluruh pemangku kepentingan dan perusahaan pekerjaan bawah air telah dilakukan untuk membahas hasil survei kondisi KMP Virgo Transport 8.

Dari hasil tersebut, selanjutnya akan dilakukan persiapan teknis untuk proses pengangkatan kapal.

Sementara proses tersebut disiapkan, operasi SAR gabungan masih berlangsung di lokasi. Dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 117 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sebanyak 126 orang lainnya masih dalam pencarian.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan KN Kunyit, KN Grantin P. 211, dan KN Miang Besar untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi.

KN Kunyit yang dikerahkan Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin telah memasang Wreck Mark Buoy sebagai penanda kerangka kapal.

Empat pelampung penandaan sementara juga dipasang di sekitar lokasi untuk mendukung keselamatan pelayaran sekaligus menandai area pencarian.

Operasi Penyelaman

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro mengatakan KN Kunyit tetap berada di sekitar lokasi untuk mendukung operasi penyelaman.

KN Kunyit juga tetap berada di lokasi untuk mendukung kegiatan penyelaman dan pencarian korban oleh tim gabungan,”

ujar Hary, Minggu 20 September 2026.

Selain itu, KN Grantin P. 211 melakukan penyisiran dan pengamatan di area kejadian serta menyiapkan personel penyelam.

Kapal tersebut dikerahkan untuk membantu tim SAR menemukan korban di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Virgo Transport 8.

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak Kapten Rusmanu mengatakan penyisiran terus dilakukan untuk memperkuat upaya pencarian korban.

KN Grantin P. 211 melakukan penyisiran dan pengamatan untuk mencari korban di daerah kejadian. Kami terus mendukung upaya tim SAR gabungan,”

Untuk mendukung penanganan korban, dua reefer container berukuran 20 feet telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Kemenhub juga mengupayakan tambahan dua reefer container yang akan ditempatkan di kapal navigasi untuk mendukung proses transfer dari lokasi kapal tenggelam menuju pelabuhan dan selanjutnya ke rumah sakit.

Di sisi lain, Kemenhub terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta mendukung pemenuhan hak korban, termasuk santunan asuransi. Proses investigasi kecelakaan juga dilakukan oleh KNKT sesuai ketentuan yang berlaku.