Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Indonesia atau sekitar 51,90 persen akan mengalami musim hujan lebih singkat pada 2026-2027.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan musim hujan yang lebih singkat bukan berarti potensi hujan lebat ikut berkurang. BMKG memperkirakan hujan diprediksi akan lebih terkonsentrasi pada periode tertentu, sehingga masyarakat tetap harus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
“Bersama kedatangan musim hujan, risiko bencana hidrometeorologi basah juga meningkat,”
kata Faisal dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 22 September 2026.
BMKG memperkirakan puncak musim hujan 2026 akan berlangsung dari November hingga Desember. Ada 155 wilayah diprediksi memasuki puncak musim hujan pada Desember, 162 wilayah pada Januari, dan 190 wilayah pada Februari 2027.






