Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa pada tanggal 13 September 2026 kini sudah menyentuh dasar laut.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) operasi SAR terus dilanjutkan sampai ada kepastian bahwa tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam lambung kapal. Terlebih, sebagian badan kapal masih terlihat dari permukaan laut.

Baik. Jadi intinya gini, Pak Menteri Perhubungan dan Pak Kepala Basarnas, kita berharap, Pak, operasi ini diteruskan. Itu permintaan keluarga korban kepada kami di DPR karena kami membidangi ini, sampai betul-betul dipastikan sudah tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam kapal itu, ya,”

kata Lasarus dalam Rapat bersama Basarnas dan Kemenhub yang disiarkan dalam YouTube TVR Parlemen, dikutip Jumat, 25 September 2026.

Hal itu disampaikan Lasarus kepada Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengenai kondisi terkini kapal.

Lasarus lebih dulu memastikan apakah kapal tersebut sudah tenggelam sepenuhnya.

Syafii menjelaskan sebagian kapal memang sudah menyentuh dasar laut. Namun, posisi kapal masih mengalami kemiringan dan sebagian bagian kapal masih dapat terlihat dari atas permukaan.

Masih, kalau dari atas masih kelihatan,”

ujar Syafii.

Lasarus kemudian menanyakan kemungkinan masih adanya ruang di dalam lambung kapal yang terisi udara. Syafii menyebut kemungkinan itu masih ada berdasarkan pengamatan visual tim SAR.

Kemungkinan masih ada, dengan kami melihat secara visual pada saat ada pemecahan masih ada kadang-kadang ada pressure yang keluar, juga ada pressure yang ketarik. Itu yang kami lihat,”

kata Syafii.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena keberadaan bagian kapal yang masih terlihat dan adanya tekanan udara dari dalam menunjukkan kondisi kapal belum sepenuhnya dapat dipastikan.

Karena itu, Lasarus meminta operasi pencarian tidak dihentikan sebelum seluruh kemungkinan keberadaan korban di dalam kapal dipastikan.

Menurut Lasarus, permintaan agar operasi dilanjutkan juga datang langsung dari keluarga korban. Mereka masih berharap proses pencarian dapat memberikan kepastian mengenai nasib anggota keluarga mereka.

Soal Biaya Didiskusikan

Lasarus bahkan menegaskan persoalan biaya operasi akan dibicarakan kemudian. Jika pemerintah menyatakan anggaran untuk melanjutkan operasi sudah tidak tersedia, DPR akan mencari jalan keluar melalui pembahasan bersama pimpinan komisi dan pimpinan DPR.

Nanti soal bagaimana biaya dan seterusnya nanti kita diskusikan, Pak, Kepala Basarnas. Ada yang kita bicarakan di sini juga, kita kan sering telepon-teleponan juga.

ujar Lasarus.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya nanti akan melakukan rapat dengan pimpinan komisi dan pimpinan DPR terkait biaya operasi tersebut.

Kalau memang pemerintah mengatakan sudah tidak ada biaya lagi kita akan bicarakan, Pak, untuk kebutuhan biaya ini supaya memastikan,”

ungkapnya.

Bagi keluarga korban, kata Lasarus, pencarian bukan hanya soal menemukan korban dalam keadaan selamat. Jika harapan tersebut sudah tidak ada, mereka tetap ingin jasad anggota keluarganya ditemukan.

Keluarga korban ini sekarang harapannya ada pada kalaupun tidak selamat, mereka bisa menemukan jasad keluarganya. Itu disampaikan kepada kami, Pak,”

katanya.

Karena itu, Lasarus kembali meminta pemerintah memastikan kondisi di dalam kapal sebelum mengambil keputusan menghentikan operasi SAR.

Ia menilai pencarian harus terus dilakukan selama masih ada kemungkinan korban berada di dalam lambung kapal.

Saya rasa cukup, Pak, ya. Kami berharap operasi ini jangan dihentikan sebelum dipastikan di lambung kapal itu sudah tidak ada lagi korban yang terjebak di sana. Sekian, saya rasa cukup,”

kata Lasarus.