Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute Made Natasya Restu Dewi Pratiwi menyorot pemangkasan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 75,6 persen pada tahun 2026.
Penurunan drastis dari Rp2,01 triliun pada 2025 menjadi Rp491 miliar pada tahun ini, ia anggap mengancam upaya penguatan kesiapsiagaan bencana di Indonesia. Sebab, kesiapsiagaan tidak hanya membutuhkan respons ketika peristiwa terjadi, tetapi persiapan sebelum kejadian.
“Pemerintah perlu memastikan kesiapsiagaan bencana tetap dibangun secara inklusif dan didukung komitmen serta alokasi anggaran yang memadai, terlebih Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap bencana,”
ujar Natasya, dikutip pada Senin, 28 September 2026.
Kendala
Keterbatasan anggaran berpotensi menjadi tantangan ketika pemerintah perlu melakukan berbagai upaya pra-bencana, termasuk pendataan kelompok rentan. Data tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat berdasarkan gender, usia, dan disabilitas.
Menurut Natasya, pendataan sebelum bencana harus diterjemahkan ke dalam perencanaan layanan kesehatan, logistik, tempat pengungsian, evakuasi, hingga mekanisme perlindungan bagi kelompok rentan.
“BNPB, pemerintah daerah, dan sektor terkait perlu memperkuat pendataan sebelum bencana dengan mengidentifikasi kebutuhan berdasarkan gender, usia, dan disabilitas. Data itu harus menjadi dasar dalam menyiapkan layanan dan perlindungan yang sesuai,”
tutur dia.






